YOGYAKARTA - Peta konsep biasanya dibutuhkan untuk membantu siswa dalam mempelajari materi pembelajaran. Cara membuat peta konsep pada dasarnya cukup mudah, dengan catatan sudah memahami konsep materi yang akan dibuat peta.
Anda bisa menyimak cara membuat peta konsep dalam artikel di bawah ini, lengkap dengan definisi, jenis-jenis, dan contohnya.
Apa yang Dimaksud dengan Peta Konsep?
Dalam buku Metode Pengembangan Bahan Ajar Four Steps Teaching Material Development (4STMD) karya Sjaeful Anwar, peta konsep adalah salah satu metode yang disarankan bagi siswa untuk memahami dan mengingat sejumlah materi baru.
Dengan metode peta konsep yang baik, siswa dapat mempelajari atau mengingat sebuah materi dengan mudah dan lebih lama lagi.
Cara Membuat Peta Konsep
Ada beberapa langkah mudah untuk membuat peta konsep. Di bawah ini merupakan langkah-langkahnya yang dikutip dari buku Peta Konsep Cara Mudah Belajar Sejarah (2021) oleh Sayyidah:
- Memilih bahan bacaan.
- Menentukan konsep-konsep yang relevan sesuai dengan bahan bacaan.
- Mengurutkan konsep-konsep, berawal dari yang paling inklusif hingga yang paling tidak inklusif.
- Menyusun konsep-konsep yang sudah urut tersebut pada kertas.
- Mengaitkan konsep-konsep yang saling berhubungan dengan garis-garis penghubung dan memberi kata penghubung pada setiap garis penghubung tersebut.
- Mengembangkan peta konsep.
Jenis Peta Konsep
Dikutip dari buku Pembelajaran untuk Daerah Kepulauan (2012) oleh Dr. Metilistina Sasinggala, M.Si, peta konsep dapat dibuat menjadi beberapa jenis atau bentuk, antara lain sebagai berikut:
Pohon jaringan
Dalam peta konsep pohon jaringan, ide-ide pokok disajikan dalam persegi empat, adapun beberapa kata lain dihubungkan oleh garis penghubung. Kata-kata pada garis penghubung menguraikan hubungan antara konsep satu dengan konsep lainnya.
Peta konsep pohon jaringan cocok difungsikan untuk mendeskripsikan konsep yang bersifat sebab-akibat, suatu hierarki, prosedur yang bercabang dan istilah-istilah yang memiliki kaitan untuk menjelaskan hubungan-hubungan.
Rantai kejadian
Peta konsep rantai kejadian biasa berfungsi untuk memberikan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap-tahap dalam sebuah proses.
Peta konsep rantai kejadian cocok dimanfaatkan untuk mendeskripsikan tahap-tahap sebuah proses, langkah-langkah dalam suatu prosedur dan suatu urutan kejadian.
Peta konsep siklus
Peta konsep siklus tidak menghasilkan sebuah hasil akhir. Hasil akhir pada rantai tersebut terhubung kembali pada kejadian awal, sehingga terbentuklah sebuah siklus atau perputaran.
Untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang, peta konsep siklus cocok diterapkan untuk rangkaian kejadian yang berinteraksi.
Peta konsep laba-laba
Peta konsep laba-laba dapat digunakan untuk curah pendapat. Pada umumnya, digunakan untuk mendeskripsikan hal-hal yang tidak sesuai hierarki, kecuali berada dalam suatu kategori, kategori yang tidak paralel dan hasil curah pendapat.
Contoh Peta Konsep
Dilansir dari laman Kemdikbud, di bawah ini adalah dua contoh penyusunan peta konsep untuk topik tertentu.
Peta konsep tentang astronot
Peta konsep Astronot ini menggambarkan beberapa hal yang berhubungan dengan astronot, dan selanjutnya didetailkan kembali. Contohnya astronot harus memiliki keahlian. Keahlian ini dibagi dalam beberapa gambar yang di-dropdown, misalnya berenang, ilmu astronomi, hingga bahasa asing.
BACA JUGA:
Peta konsep tentang organisasi komputer
Dalam peta konsep ini, digambarkan apa saja yang menjadi bagian dari organisasi dan arsitektur yang terdapat di dalam sebuah komputer.
Daripada membuat daftar tulisan biasa, gambar peta konsep seperti ini lebih menarik untuk dibaca sehingga lebih mudah dihafalkan.
Demikianlah ulasan mengenai cara membuat peta konsep. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.