JAKARTA - Adrianne Curry, pemenang musim pertama ajang America’s Next Top Model mengungkapkan makeover yang didapatkan di acara tersebut telah menyebabkan kerusakan rambut permanen.
Dalam sebuah video yang dibagikan di akun Instagram, wanita berusia 43 tahun itu menjelaskan dampak jangka panjang dari perubahan gaya rambut yang dijalani saat mengikuti kompetisi pada tahun 2003.
Seperti yang dikenal dalam setiap musim ANTM, Tyra Banks selaku pembawa acara sekaligus mantan supermodel biasa menentukan makeover dramatis untuk setiap finalis.
Tujuannya untuk meningkatkan penampilan mereka, namun proses tersebut seringkali berujung pada air mata dan stres peserta.
Pada musim pertama, Tyra memutuskan untuk memasang weave pada rambut Curry. Weave adalah teknik menambahkan rambut alami atau sintetis dengan cara dijahit ke rambut asli dan biasanya digunakan dalam gaya rambut perempuan kulit hitam. Namun menurut Curry, keputusan ini justru membawa masalah besar.
Dalam videonya, Curry menunjukkan bagian rambut di sekitar pelipis yang kini tampak tipis dan sulit tumbuh kembali.
“Aku ingin menjelaskan kenapa aku sebagian botak di sini dan di sini. Rambutku di bagian itu sudah tidak tumbuh lagi,” ujarnya, dikutip dari laman People.
Curry mengklaim para penata rambut saat itu sebenarnya sudah memperingatkan Tyra bahwa rambut Curry terlalu rapuh untuk diberi weave. Namun Tyra tetap memerintahkan proses tersebut dilakukan.
“Stylish kulit hitam itu bilang, ‘Rambut cewek putih ini terlalu rapuh untuk ini' dan Tyra tetap menyuruh melanjutkan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Akibatnya selama syuting berlangsung, Curry mengalami luka pada kulit kepala dan rambut yang tercabut. Ia menyebut weave tersebut tidak dilepas setelah acara selesai.
Curry akhirnya pergi ke salon di kampung halamannya di Joliet, Illinois untuk menghapus weave dan para penata rambut di sana terkejut melihat kondisinya.
“Mereka butuh berjam-jam untuk melepasnya. Aku akhirnya punya potongan rambut seperti mullet yang mengerikan dengan luka dan bekas koreng di seluruh kulit kepalaku," jelas Tyra.
Curry mengaku sebagian rambutnya tidak pernah tumbuh kembali dan percaya kulit kepalanya mengalami kerusakan permanen.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian makeover di acara itu terasa seperti bentuk penyiksaan mental.
Selain masalah rambut, Curry juga merasa ditipu oleh janji-janji produksi acara. Ia mengira pemenang ANTM akan mendapatkan kontrak besar bersama Revlon, namun kenyataannya berbeda.
“Mereka bilang setiap hari bahwa pemenang akan menjadi model besar untuk Revlon, tapi itu bohong. Kalau kami tahu hadiahnya tidak sebesar itu, kami tidak akan berjuang sekeras itu," jelasnya.
Setelah memenangkan ANTM, Curry sempat tampil di acara reality show lain seperti The Surreal Life dan My Fair Brady. Namun kini ia memilih meninggalkan dunia hiburan dan hidup tenang di Montana. Meski pengalaman tersebut berat, Curry mengaku bersyukur karier modelingnya tidak bertahan lama.
“Kalau aku benar-benar sukses besar waktu itu, aku mungkin akan menjadi orang yang berbeda dan bukan dalam cara yang baik.” imbuhnya.