JAKARTA - xAI milik Elon Musk pada Kamis 31 Juli mengumumkan akan menandatangani bab tentang keselamatan dan keamanan dalam kode praktik Uni Eropa, yang dirancang untuk membantu perusahaan mematuhi aturan kecerdasan buatan (AI) terbaru blok tersebut.
Bergabung dalam kode ini, yang disusun oleh 13 ahli independen, bersifat sukarela. Perusahaan yang menolak tidak akan mendapatkan kepastian hukum yang diberikan kepada penandatangan.
Kode Uni Eropa memiliki tiga bab: transparansi, hak cipta, serta keselamatan dan keamanan. Sementara panduan tentang transparansi dan hak cipta berlaku untuk semua penyedia AI umum, bab keselamatan dan keamanan ditujukan untuk penyedia model AI paling canggih.
BACA JUGA:
"xAI mendukung keselamatan AI dan akan menandatangani Bab Keselamatan dan Keamanan dalam Kode Praktik Undang-Undang AI Uni Eropa. Meskipun Undang-Undang AI dan Kode tersebut memiliki bagian yang mendukung keselamatan AI, bagian lain mengandung persyaratan yang sangat merugikan inovasi, dan ketentuan hak ciptanya jelas melampaui batas," tulis xAI dalam sebuah postingan di X.
Sebelumnya, Alphabet (Google) menyatakan akan menandatangani kode praktik ini, sementara Presiden Microsoft, Brad Smith, mengatakan perusahaannya kemungkinan besar akan menandatanganinya.
Di sisi lain, Meta (pemilik Facebook) menyatakan tidak akan menandatangani kode tersebut, dengan alasan bahwa kode itu menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengembang model AI serta menerapkan langkah-langkah yang melampaui cakupan Undang-Undang AI.