Bagikan:

JAKARTA - Belanja online kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Praktis, cepat, dan bisa dilakukan dari mana saja, membuat aktivitas ini semakin digemari. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko yang juga semakin meningkat salah satunya penipuan digital yang sering menyamar lewat pesan atau situs palsu.

Banyak orang yang tidak sadar telah menjadi target hingga akhirnya mengalami kerugian. Hal inilah yang dialami oleh aktris Asmara Abigail. Ia mengaku pernah menjadi korban penipuan berkedok pengiriman paket.

Kejadiannya berawal dari sebuah pesan iMessage yang menyebutkan paket kirimannya bermasalah dan alamat tujuan tidak terbaca. Pesan itu menyertakan tautan untuk memperbaiki alamat serta meminta pembayaran tambahan Rp9.000. Lantaran terlihat profesional, Asmara pun mengikuti instruksi tersebut. Namun bukannya menyelesaikan masalah, uangnya justru raib hingga Rp70 juta.

"Kalau kita lagi fokus sebenarnya aneh sih, masa dari company sebesar ini ngirimnya iMessage. Dia bilang paket bermasalah dan alamat rusak dengan penulisan profesional. Aku diminta klik link untuk memperbaharui alamat,” ujar Asmara.

Setelah menghubungi pihak jasa pengiriman, barulah ia menyadari paketnya baik-baik saja dan tetap sampai ke alamat tujuan.

"Tim dari ekspedisi menunjukkan kronologi perjalanan paket dan menjelaskan pergerakannya dari satu titik ke titik lain. Ternyata, paket aku aman dalam perjalanan, bahkan sampai di alamat tujuan. Jadi, informasi yang aku terima sebelumnya soal paket nyangkut dan alamat tidak terbaca itu adalah kebohongan,” jelas Asmara.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin berhati-hati setiap kali berbelanja online. Ia juga kerap membagikan cerita ini kepada orang-orang di sekitarnya agar mereka lebih waspada.

Untuk meningkatkan kesadaran publik, Asmara kemudian terlibat dalam kampanye literasi digital “3C: Cek, Curiga, Cancel”. Gerakan ini mengajak masyarakat agar lebih cermat dalam bertransaksi online dengan tiga langkah sederhana. 

  1. Cek – selalu pastikan kebenaran informasi yang diterima.

  2. Curiga – teliti terhadap detail mencurigakan, seperti tautan atau nomor resi.

  3. Cancel – abaikan dan segera laporkan jika menemukan indikasi penipuan.

Menjawab hal ini, Herline Septia, Brand Manager J&T Express, menilai pengalaman nyata seperti yang dialami Asmara bisa menjadi pembelajaran berharga bagi banyak orang.

"Edukasi mengenai penipuan digital sangat penting untuk kami sampaikan seiring dengan modusnya yang semakin marak dan canggih. Dengan pengalaman pribadi Asmara yang juga pernah menghadapi penipuan digital yang mengatasnamakan ekspedisi, kami harap pesan ini akan lebih mudah dipahami masyarakat. Sebagai public figure, Asmara dapat membantu menyebarkan kampanye ini kepada lebih banyak orang, agar mereka lebih waspada dan tahu langkah-langkah yang harus diambil,” ungkapnya.

Di tengah tren belanja online yang semakin melekat dengan gaya hidup, kewaspadaan kita sebagai pelanggan dapat menjadi pengingat siapa pun bisa menjadi target penipuan digital.

  1.