YOGYAKARTA - Mimisan sering terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Darah keluar dari hidung karena pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah. Penyebabnya bisa udara kering, mengorek hidung, alergi, flu, benturan ringan, atau iritasi. Namun, Anda tetap perlu waspada. Ada beberapa ciri mimisan yang berbahaya yang bisa menandakan perdarahan serius atau masalah kesehatan lain.
Artikel ini membahas tanda bahaya mimisan, penyebab yang perlu dicurigai, dan langkah awal yang aman dilakukan di rumah.
Apa Itu Mimisan?
Mimisan atau epistaksis adalah kondisi saat darah keluar dari satu atau kedua lubang hidung. Sebagian besar mimisan berasal dari bagian depan hidung dan dapat berhenti dengan penanganan sederhana. NHS menyarankan untuk duduk tegak, condongkan tubuh sedikit ke depan, lalu pencet bagian lunak hidung selama 10 sampai 15 menit. Jangan mendongakkan kepala karena darah bisa mengalir ke tenggorokan.
Ciri Mimisan yang Berbahaya
- Mimisan Tidak Berhenti Lebih dari 20 sampai 30 Menit
Salah satu ciri mimisan yang berbahaya adalah darah tidak berhenti meski hidung sudah ditekan dengan benar. Cleveland Clinic menyebut mimisan yang berlangsung lebih dari 20 menit perlu mendapat perhatian medis. Mayo Clinic juga menyarankan bantuan darurat bila mimisan berlangsung lebih dari 30 menit.
Kondisi ini bisa terjadi karena luka pembuluh darah lebih besar, gangguan pembekuan darah, efek obat pengencer darah, atau perdarahan dari bagian belakang hidung.
- Darah Keluar Sangat Banyak
Mimisan ringan biasanya hanya menetes. Namun, jika darah mengalir deras, membasahi banyak tisu, atau sulit dikendalikan, segera cari bantuan medis. Mayo Clinic memasukkan mimisan dengan jumlah darah lebih banyak dari biasanya sebagai kondisi yang membutuhkan pertolongan darurat.
Perdarahan berat dapat menyebabkan tubuh kehilangan darah. Jangan menunggu sampai lemas berat.
- Mimisan Disertai Pusing, Lemas, atau Hampir Pingsan
Ciri mimisan yang berbahaya berikutnya adalah munculnya gejala seperti pusing, pandangan berkunang-kunang, lemas, keringat dingin, atau terasa ingin pingsan. Gejala ini bisa menandakan tubuh mulai kekurangan darah atau tekanan darah menurun. Mayo Clinic menyarankan pertolongan darurat bila mimisan membuat seseorang merasa pingsan atau sangat ringan kepala.
- Mimisan Setelah Benturan atau Kecelakaan
Mimisan setelah jatuh, kecelakaan, atau benturan di wajah tidak boleh dianggap sepele. Perdarahan bisa berkaitan dengan cedera hidung, patah tulang hidung, atau cedera kepala. Mayo Clinic menyebut mimisan setelah jatuh atau kecelakaan sebagai tanda yang perlu dievaluasi karena bisa terkait patah hidung.
Segera ke fasilitas kesehatan jika mimisan muncul setelah trauma, terutama bila disertai sakit kepala berat, muntah, linglung, atau bengkak di wajah.
BACA JUGA:
- Mimisan Sering Kambuh
Mimisan yang terjadi berulang juga perlu diperiksa. Apalagi jika muncul tanpa sebab jelas, terjadi beberapa kali dalam seminggu, atau mengganggu aktivitas. Pedoman klinis tentang epistaksis menyoroti pentingnya evaluasi pada perdarahan yang berat, menetap, atau berulang karena dapat memengaruhi kualitas hidup dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Mimisan berulang dapat berkaitan dengan alergi kronis, iritasi hidung, polip, infeksi, tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, atau efek obat tertentu.
- Mimisan Disertai Sesak Napas atau Muntah Darah
Jika darah terasa mengalir ke tenggorokan, sulit bernapas, batuk darah, atau muntah darah, segera cari bantuan medis. Cleveland Clinic menyarankan pergi ke unit gawat darurat bila mimisan berat disertai muntah atau kesulitan bernapas.
Kondisi ini bisa terjadi saat darah masuk ke saluran napas atau tertelan dalam jumlah banyak.
Cara Pertolongan Pertama Saat Mimisan
Duduk tegak. Condongkan tubuh sedikit ke depan. Pencet bagian lunak hidung, tepat di bawah tulang hidung, selama 10 sampai 15 menit tanpa sering dilepas. Bernapas lewat mulut. Setelah darah berhenti, hindari mengorek hidung, meniup hidung terlalu keras, membungkuk, atau mengangkat beban berat selama beberapa jam.
Mimisan tidak selalu berbahaya. Namun, Anda perlu waspada jika perdarahan berlangsung lama, darah keluar banyak, terjadi setelah benturan, sering kambuh, atau disertai pusing, lemas, sesak napas, dan muntah darah. Kenali ciri mimisan yang berbahaya sejak awal agar Anda bisa mengambil tindakan yang tepat. Segera hubungi tenaga medis bila gejala terasa berat atau tidak membaik. Ketahui juga Penyebab Anak Sering Mimisan
Jadi setelah mengetahui ciri mimisan yang berbahaya, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!