YOGYAKARTA – Apa itu penyakit ITP (immune thrombocytopenia)? ITP adalah gangguan darah langka yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Ketika darah tidak dapat membeku dengan baik, seseorang dapat lebih mudah mengalami memar, perdarahan berlebihan saat terluka, atau bahkan perdarahan tanpa sebab yang jelas.
Pada sebagian kasus, ITP dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, pada kasus lain, kondisi ini bersifat kronis, sehingga pengobatan hanya membantu meredakan gejala, bukan menyembuhkan.
Agar lebih memahaminya, simak pembahasan tentang apa itu penyakit ITP, lengkap dengan penyebab dan gejalanya dalam artikel berikut ini.
Mengenal Apa itu Penyakit ITP
Dikutip dari laman Cleveland Clinic, immune thrombocytopenia (ITP) merupakan sebuah kondisi di mana jumlah trombosit dalam darah rendah.
Trombosit punya peran penting dalam proses pembekuan darah, sehingga jika jumlahnya menurun, darah akan sulit membeku dan meningkatkan risiko perdarahan.
Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan trombosit. Akibatnya, kadar trombosit dalam darah menurun.
Dalam beberapa kasus, ITP dapat sembuh dengan sendirinya atau melalui pengobatan. Namun, jika bersifat kronis, gejala hanya dapat dikendalikan. Penderita ITP kronis bahkan bisa membutuhkan pengobatan seumur hidup.
Dalam bidang medis, istilah immune thrombocytopenia memiliki banyak persamaan, antara lain:
- Autoimmune thrombocytopenic purpura.
- Immune thrombocytopenic purpura.
- Idiopathic thrombocytopenic purpura.
- Werlhof disease.
- Autoimmune thrombocytopenia.
BACA JUGA:
Jenis-Jenis Penyakit ITP
Masih dari sumber yang sama, setidaknya ada dua jenis kasus ITP yang sering dijumpai, antara lain:
- ITP primer: Terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang trombosit. Sekitar 80% kasus termasuk jenis ini. ITP sering disebut sebagai gangguan autoimun.
- ITP sekunder: Terjadi akibat kondisi lain seperti infeksi kronis, kanker darah, atau penyakit autoimun yang memengaruhi kadar trombosit.
Selain itun, para ahli juga juga mengelompokkan ITP berdasarkan lamanya kondisi:
- ITP akut: Biasanya sembuh dalam waktu kurang dari tiga bulan, lebih sering terjadi pada anak-anak.
- ITP persisten: Berlangsung antara tiga hingga 12 bulan.
- ITP kronis: Berlangsung selama satu tahun atau lebih.
Gejala Penyakit ITP
Pada penderita ITP, sebagian orang tidak mengalami gejala. Namun, jika muncul, gejalanya bisa berkembang secara perlahan atau tiba-tiba, seperti:
- Bintik merah atau ungu kecil di kulit (petekie)
- Bercak merah, ungu, atau cokelat (purpura)
- Mudah memar tanpa sebab jelas
- Gusi berdarah saat menyikat gigi
- Feses berwarna gelap (tanda adanya darah)
- Urine berwarna kemerahan atau merah muda
- Menstruasi berlebihan atau lebih lama dari biasanya
- Mimisan hebat
- Hematoma (penumpukan darah di bawah kulit)
- Mudah lelah
Penyebab Penyakit ITP
ITP terjadi karena sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang salah sasaran, yaitu menyerang trombosit sendiri. Padahal, trombosit berfungsi untuk menghentikan perdarahan dengan membentuk bekuan darah saat pembuluh darah rusak. Ketika trombosit dihancurkan, proses ini terganggu.
Lebih lanjut, sampai saat ini para ahli belum mengetahui penyebab pasti gangguan sistem imun ini akan tetapi, risiko ITP meningkat pada orang dengan:
- Infeksi HIV
- Infeksi bakteri H. pylori
- Hepatitis C
Cara Mengatasi Penyakit ITP
Pada anak-anak, kasus ITP seringkali bersifat ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, sebagian besar orang dewasa membutuhkan penanganan medis.
Ketika melakukan penatalaksanaan terapi ITP, biasanya dokter akan meresepkan obat-obat berikut:
- Kortikosteroid: untuk menekan antibodi yang merusak trombosit
- Imunoglobulin atau agonis reseptor trombopoietin: untuk meningkatkan produksi trombosit
- Imunosupresan: untuk menekan sistem kekebalan tubuh
Demikian informasi tentang apa itu penyakit ITP. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.