Bagikan:

YOGYAKARTA - Gelombang bunyi adalah salah satu fenomena fisik yang dapat kita temukan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kita berbicara atau mendengarkan musik. Dari sifatnya, gelombang bunyi membutuhkan media untuk merambat, dapat berupa benda padat, cair, atau gas. Namun, ada satu kondisi di mana gelombang bunyi tidak dapat merambat pada apapun, yaitu di ruang hampa. Nah, mengapa bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengapa Bunyi Tidak Dapat Merambat di Ruang Hampa?

Dikutip dari buku Fisika Kelompok Teknologi dan Kesehatan, untuk Sekolah Menengah Kejuruan, yang disusun oleh Osa Pauliza  (2008: 104), gelombang bunyi memiliki kaitan yang sangat erat dengan bunyi, di mana bunyi menjadi salah satu cara atau bentuk komunikasi efektif yang dilakukan oleh manusia dan hewan.

Selain memberikan manfaat, bunyi sebagai gelombang juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran jika telinga mengalami aktivitas bunyi yang berlebihan.

Namun, mengapa gelombang bunyi tidak dapat merambat pada vakum atau ruang hampa udara? Hal ini dikarenakan bunyi adalah salah satu jenis gelombang mekanik yang dihasilkan oleh getaran suatu sumber bunyi. Getaran ini selanjutnya menyebabkan partikel-partikel di sekitarnya ikut bergetar.

Proses ini terus berlanjut sehingga energi getaran berpindah dari satu partikel ke partikel lain, membentuk gelombang yang merambat dari media tersebut. Pengertian vakum atau ruang hampa udara yaitu sebuah kondisi di mana tidak ada materi atau partikel.

Karena gelombang bunyi membutuhkan partikel untuk merambat, ketiadaan partikel dalam vakum menjadikan gelombang bunyi tidak dapat bergerak. Inilah yang membedakannya dengan gelombang elektromagnetik, seperti cahaya, yang tidak membutuhkan media dan dapat merambat di vakum.

Pada besi, cepat rambat bunyi mencapai 5.120 ms⁻1 dan pada aluminium mencapai 5.000 ms⁻1. Sedangkan contoh perambatan bunyi melalui benda cair yaitu ketika dua batu diadu di dalam air, dan kita dapat mendengar bunyi yang ditimbulkan.

Selanjutnya, contoh bunyi melalui benda padat adalah saat kita bermain telepon-teleponan. Pada waktu bermain, telepon-teleponan bunyi akan merambat melalui benang hingga sampai ke telinga kita. Adapun, contoh bunyi merambat melalui gas adalah ketika orang berbicara dan burung berkicau serta suaranya masuk ke telinga. Hal itu sama ketika kita mendengar bunyi guntur.

Contoh yang paling terkenal dari ketidakmampuan bunyi merambat di vakum yaitu ruang angkasa. Di luar angkasa, tidak ada udara atau media lain yang dapat mendukung perambatan gelombang bunyi.

Oleh sebab itu, jika terjadi sebuah ledakan di ruang angkasa, seperti yang sering kita lihat dalam film-film fiksi ilmiah, ledakan tersebut tidak akan terdengar.

Astronot hanya akan mendengar suara melalui komunikasi radio, yang secara prinsip dasarnya memanfaatkan gelombang elektromagnetik, atau melalui getaran yang merambat melalui benda padat di pesawat ruang angkasa mereka.

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa gelombang bunyi tidak dapat merambat pada vakum karena tidak terdapat partikel untuk mentransfer energi getaran. Pemahaman ini tentunya penting dalam banyak bidang, termasuk astronomi dan teknik komunikasi.

Sehingga, misalkan seseorang sedang berada di ruang angkasa, maka ia tidak akan mendengar suara apapun. Kecuali jika disediakan media khusus yang sengaja dirancang untuk memungkinkan komunikasi. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa keberadaan media sangat penting bagi perambatan gelombang bunyi.

Demikianlah ulasan mengapa bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa beserta contohnya. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.