JAKARTA - Munculnya kerutan atau garis halus di wajah bukan hanya karena penuaan alami. Kerutan di wajah juga dapat muncul dari dampak stres yang dialami oleh seseorang.
Dokter kulit bersertifikat, Annie Chiu, MD, mengatakan bahwa stres mempengaruhi tubuh melalui berbagai jalur, hingga akhirnya berdampak pada kulit. Stres merusak kolagen, yang memicu terjadinya kerutan atau garis halus pada kulit.
“Stres meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh, yang memicu kerusakan kolagen dan jaringan elastis. Hasilnya, kulit menjadi lebih tipis dan muncul kerutan,” kata Chiu, dikutip dari Byrdie, pada Kamis, 4 September 2025.
Beberapa ekspresi wajah yang berulang kali dilakukan saat stres juga mempengaruhi kondisi kulit. Ini menyebabtkan kerutan akan semakin dalam, terlebih jika stres berlangsung dalam waktu lama.
“Ekspresi seperti mengernyitkan dahi atau mengerutkan alis bisa mengukir garis halus yang dikenal sebagai worry lines,” tutur Chiu.
“Dengan waktu berkurangnya kolagen dan elastin akibat stes akan menyebabkan pembentukan kerutan. Semakin tinggi stres, semakin banyak kerutan,” tambah ahli bedah plastik, Jasion B. Diamond, MD.
Tak hanya itu, stres juga akan mendorong seseorang untuk melakukan kebiasaan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, kurang tidur, hingga pola makan yang buruk. Ini pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan kulit, bahkan membuat kulit menjadi kering dan mudah iritasi.
Oleh karena itu, stres sangat penting untuk diatasi agar tubuh tetap sehat, termasuk untuk kulit. Disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat dan melakukan manajemen stres yang baik.
“Manajemen stres sangat penting bagi kesehatan kulit, kecantikan, dan kesehatan secara keseluruhan,” ucap Diamond.
BACA JUGA:
Selain itu, disarankan juga untuk melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi yang dapat membantu mengurangi stres. Penggunaan skin care juga dibutuhkan untuk menjaga kualitas kulit.
“Rutinitas perawatan kulit yang tepat sangat penting untuk menjaga kulit tetap sehat meski menghadapi tekanan stres,” pungkasnya.