Bagikan:

JAKARTA - Fenomena bullying atau perundungan semakin marak ditemui, khususnya dalam lingkungan pendidikan. Meningkatnya kasus bullying mengindikasikan penurunan pengetahuan etika dan tata krama pada anak-anak di era modern saat ini.

Dikutip dari laman resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sebanyak 35 persen dari 114 kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani KPAI adalah terjadi di lingkungan satuan pendidikan. Bahkan, 46 anak tercatat mengakhiri hidupnya, dengan 48 persen di antaranya juga terjadi di satuan pendidikan.

Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengungkapkan, salah satu hal yang ikut menyumbang merebaknya kasus bullying yakni media sosial di era internet modern saat ini.

"Lalu, di luar juga anak melihat contoh di beberapa tempat itu terjadi kekerasan, bullying dan sebagainya sehingga anak menganggap kekerasan merupakan hal yang wajar," kata Seto.

Seto menuturkan, pendidik seharusnya memahami 5 isi pendidikan menurut Kementerian Pendidikan yaitu Etika, Estetika, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), Nasionalisme, dan Kesehatan.

"Kesehatan ini termasuk kesehatan mental, anak harus diperhatikan kesehatan mentalnya dan dipilihkan sekolah yang juga memperhatikan kesehatan mental ini," katanya.

Beberapa sekolah di bawah ini mulai diminati banyak orang tua karena keterfokusannya terhadap pembentukan budi pekerti dan karakter anak sejak dini.

(1). Sekolah Terpadu Pahoa

Sekolah Terpadu Pahoa adalah sekolah trilingual yang mengajarkan tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Mandarin, Inggris) secara intensif dengan menekankan pendidikan budi pekerti yang berlokasi di Summarecon Serpong dan yang terbaru berada di kawasan Summarecon Crown Gading.

Pahoa telah lama dikenal sebagai institusi pendidikan lengkap yang menyediakan jenjang KB hingga SMA. Berfokus pada Attitude, Communication, and Thinking (ACT), Sekolah Terpadu Pahoa mencetak peserta didiknya menjadi insan berkepribadian mulia, mampu berkomunikasi dan berbahasa baik, serta memiliki kemampuan berpikir kritis.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, interaksi sehari-hari, serta diteladankan langsung oleh para guru. Pendekatan ini memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep budi pekerti, tetapi juga mampu mengimplementasikan dalam tindakan.

(2). Sekolah Islam Al Azhar Summarecon

Sekolah Islam Al Azhar Summarecon berada di bawah naungan Yayasan Syiar Bangsa hadir di berbagai lokasi strategis, yakni Summarecon Bekasi, Summarecon Serpong, Summarecon Bandung, dan Summarecon Makassar. Mengutamakan pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai Islam, Al Azhar Summarecon memadukan Kurikulum Nasional dengan Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim (KP2M) khas Al Azhar.

Kurikulum ini tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan akhlak, pembiasaan keagamaan, pembelajaran Al-Qur’an, serta penerapan nilai-nilai implementasi adab dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, sekolah menumbuhkan karakter unggul seperti empati, disiplin, kepemimpinan, kolaborasi, dan kemandirian sehingga membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi teladan.

(3). Sekolah Terpadu Sedaya Bintang (Summarecon Bandung)

Sekolah Terpadu Sedaya Bintang adalah institusi pendidikan terbaru dari Summarecon yang berlokasi di Summarecon Bandung. Sekolah ini akan memulai operasionalnya pada tahun ajaran 2025/2026 yang melayani jenjang KB, TK, dan SD serta akan berkembang hingga tingkat SMP dan SMA.

Sedaya Bintang dirancang untuk memberikan pendidikan holistik dengan memadukan keunggulan akademik dan penanaman budi pekerti yang kuat. Sama halnya dengan Pahoa, sekolah ini juga mengintegrasikan pendidikan nilai moral dan budi pekerti ke dalam setiap aktivitas belajar mengajar agar terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pendidikan budi pekerti memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter positif pada anak. Nilai-nilai positif seperti etika, sopan santun, welas asih, bersih dan jujur akan tertanam sejak dini. Hal ini sangat penting untuk mencegah perilaku yang tidak sesuai norma seperti bullying," jelas Melva Manalu, Kepala Sekolah Terpadu Sedaya Bintang, Summarecon Bandung.

Pada praktiknya, para anak didik didorong untuk melakukan kegiatan sosial dan berpartisipasi aktif demi menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, kebiasaan baik sehari-hari juga diterapkan sebagai wujud pendidikan budi pekerti, di mana guru berperan bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang menunjukkan perilaku dan karakter positif.

Anak yang dibimbing untuk menghargai perbedaan, bersikap sopan, dan menjaga perasaan orang lain akan tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung persahabatan serta menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Dengan memiliki rasa empati, anak akan memberikan dukungan kepada temannya yang berbeda atau sedang mengalami kesulitan,” ungkapnya.

"Oleh karena itu, pendidikan budi pekerti menjadi kunci penting dalam membentuk generasi yang berbudi pekerti serta menjunjung sikap saling menghargai, sehingga tidak melakukan bullying," jelas Melva.

Sebagai sekolah yang berafiliasi dengan Pahoa, Sedaya Bintang unggul dengan kurikulum komprehensif yang memadukan Kurikulum Nasional, Pearson Edexcel, dan framework Singapura untuk Matematika. Paduan kurikulum ini memastikan fondasi akademik yang kokoh berstandar internasional.

Dalam rangka mendukung penguasaan bahasa secara optimal, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menerapkan pembelajaran trilingual yang melibatkan guru penutur asli bahasa Mandarin. Sebagai institusi pendidikan yang baru beroperasi, Sedaya Bintang menghadirkan lingkungan belajar yang modern dengan dukungan fasilitas terkini yang dirancang secara khusus untuk menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.

Sekolah yang aman dimulai dari anak-anak yang tumbuh dengan karakter kuat. Bukan hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki empati, integritas, dan rasa tanggung jawab. Pendidikan karakter menjadi landasan penting untuk membentuk generasi yang unggul dan siap menghadapi masa depan.

Selama lebih dari 50 tahun, Summarecon konsisten mendukung dunia pendidikan dengan menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen membangun komunitas yang tangguh dan peduli di dalam ekosistem kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.