Bagikan:

JAKARTA - Di tengah maraknya perkembangan industri kreatif Indonesia, nama Muklay atau Muchlis Fachri telah menjadi ikon tersendiri dalam dunia visual art lokal. Ciri khas karya-karya visualnya yang berani, penuh warna, dan sarat karakter menjadikan setiap kolaborasi yang disentuh terasa menarik dan unik.

Kolaborasi terbaru Muklay bersama Digimap, sebuah brand ritel Apple Premium Partner di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), menjadi bukti bagaimana seni bisa masuk ke dalam ranah teknologi dengan cara yang menyenangkan dan fungsional.

Kolaborasi ini mengusung tema “Muklayground”, yang tak hanya menghadirkan merchandise eksklusif berupa MacBook Bag dan AirPods Case Plushie, tetapi juga memperkenalkan satu semesta karakter orisinal hasil eksplorasi panjang Muklay dalam membangun intelektual properti (IP) pribadi.

“Aku suka banget sama AirPods Max. Bentuknya tuh kayak menyatu sama kepala, dan aku emang tiap hari konten, edit, mendengarkan musik, jadi perangkat audio itu sudah jadi bagian hidupku,” ujar Muklay, saat ditemui di Pondok Indah Mal 3, Jakarta pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Ia menambahkan dari keseharian inilah, inspirasi karakternya lahir, misalnya Berry, si beruang beat digambarkan sebagai karakter yang tertarik dengan musik dan membuat konten.

Tas desain ilustrastor Muklay (Adelia/VOI)

Muklay menjelaskan bahwa total ada 50 karakter yang sudah dikembangkan sejak akhir tahun 2024, dengan karakter utama bernama Jabrik, digambarkan sebagai sosok berambut kuning mencolok.

"Yang pertama itu adalah si Jabrik, Jabrik tuh yang rambutnya kuning. Itu IP yang nanti aku bakal bikin toys ke depannya,” kata Muklay.

Selain Jabrik, ada karakter-karakter unik lain seperti Harold, Hell, Berry, Masami, Duk, dan Hanna, yang masing-masing membawa latar belakang, ekspresi, serta inspirasi tersendiri. Semua karakter ini divisualisasikan dalam bentuk merchandise yang bukan sekadar lucu atau artistik, tapi juga memiliki fungsi nyata.

“Desain yang aku buat ini bukan cuma buat dilihat, tapi aku juga pengen fungsional. Makanya waktu ngelihat prototype AirPods case-nya, aku langsung bilang, ‘Wah, kok bagus juga ya produksinya,” kenang Muklay.

Menurut Muklay, keputusannya memilih Digimap sebagai partner kolaborasi bukan karena popularitas brand tersebut semata.

Dari pengalamannya traveling ke Jepang, menggambar bangunan dari iPad, hingga mengedit konten menggunakan MacBook, Muklay menyadari bahwa alat dan medium sangat mempengaruhi proses kreatif.

Kolaborasi ini juga membuka ruang lebih luas bagi seniman-seniman muda Indonesia. Muklay, sebagai Friend of Digimap, akan berbagi ilmu dalam Open Studio yang digelar Digimap di berbagai titik. Dalam sesi ini, Muklay akan mengajarkan teknik pewarnaan digital, penggunaan brush, hingga tips shortcut untuk mempercepat proses ilustrasi.

Farah Fausa Winarsih, selaku GM Marketing PT. MAP Zona Adiperkasa, menegaskan bahwa Digimap melalui GMAP bukan hanya tempat jual beli produk Apple.

"Kami yakin bahwa karya seni dapat divisualisasikan dalam berbagai medium dan menghasilkan mahakarya terbaik. Merchandise eksklusif ini bisa menjadi barang koleksi. Perangkat canggih dikemas dengan merchandise yang stylish." ujarnya.

Digimap juga telah membuka kolaborasi. Visi besarnya adalah menyediakan wadah bagi kreativitas lokal untuk tampil dan bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional.