JAKARTA - Indonesia saat ini berada pada peringkat kelima dengan penderita diabetes tertinggi di dunia.
Kasus diabetes tersebut kini juga semakin banyak dialami anak muda, tepatnya pada usia di bawah 40 tahun.
Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup dan tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, sehingga gula darah menumpuk dalam tubuh dan tidak bisa diubah menjadi energi.
“Di indonesia sudah menduduki peringkat kelima di dunia untuk penderita diabetes dewasa,” kata Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Permata Hijau, dr. Pandu Tridana Sakti, Sp. PD, AIFO-K, saat Media Meet Up Eka Hospital, di Semanggi, Jakarta, pada Kamis, 14 Agustus 2025.
“Kami di Eka Hospital selama lima tahun terakhir pasien diabetes ada 691 pasien, di bawah usia 40 tahun, rata-rata usia 20-40 tahun,” tambahnya.
BACA JUGA:
Dokter Pandu menyebutkan bahwa pasien diabetes dengan usia muda memiliki kondisi tubuh yang obesitas. Diabetes juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan lainnya, seperti kolesterol dan tekanan darah yang tinggi.
“Dari 691 pasien tersebut 84 persennya dalam kondisi obesitas. Jadi sangat penting untuk mengatasi diabetes di anak muda,” katanya.
“Faktor komorbid yang memperburuk diabetes itu, mulai dari kolesterol, tekanan darah tinggi. Jadi faktor risikonya itu obesitas, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi,” lanjutnya.
Penyebab anak muda kini banyak yang mengidap diabetes adalah karena pola hidup yang tidak sehat.
Mulai dari konsumsi makanan tidak sehat banyak gula dan lemak, kemudian aktivitas fisik yang kurang dan faktor genetik.
“Itu semua dari pola makan yang buruk, tinggi lemak, gula, terus kurangnya aktivitas fisik. Kemudian ada juga faktor genetik yang tidak bisa dihindarkan ya, misal salah satu orang tua terdiagnosis diabetes, maka risiko anaknya ikut terkena bisa meningkat,” pungkas Dokter Pandu.