Bagikan:

YOGYAKARTA – Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II terjadi setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom salah satunya di Hiroshima pada 6 Agustus. Dalam pengeboman tersebut, ada fakta tragedi Hiroshima yang menarik untuk dibicarakan. Simak artikel berikut ini untuk mendapatkan informasi menariknya.

Fakta Tragedi Hiroshima

Hiroshima adalah sebuah kota di Jepang letaknya ada di Pulau Honshu. Nama kota tersebut jadi sangat terkenal setelah PD II lantaran menjadi kota pertama yang dijatuhi bom atom. Di balik namanya yang populer, berikut ini fakta di balik peristiwa bom atom Hiroshima.

  • Dipilih karena jadi pusat militer Jepang

Dalam website Imperial War Museums, dijelaskan bahwa pemilihan Hiroshima sebagai kota pertama yang dijatuhi bom adalah karena menjadi pusat ekonomi dan militer kala itu. Selain itu Hiroshima juga dianggap menjadi kota perlawanan Jepang yang harus dihancurkan untuk memberikan “efek jera” terkahir.

  • Daya ledak setara dengan 15 ribu ton TNT

Dilansir dari website The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), pengeboman Hiroshima jadi kota pertama yang dijatuhi bom atom. Baru tiga hari kemudian, yakni 9 Agustus, bom kembali dijatuhkan di Kota Nagasaki.

Ledakan yang menghancurkan Hiroshima memang sangat kuat. Bahkan daya ledak bom yang dijatuhkan AS setara dengan 15.000 ton TNT. Hasilnya, bom mampu menghancurkan setidaknya 70 persen bangunan di kota tersebut.

  • Setengah dari total populasi penduduk jadi korban

Dilansir dari Campaign for Nuclear Disarmament, jumlah perkiraan korban tewas di Hiroshima adalah antara 100.000 sampai 180.000 jiwa. Perlu diketahui kala itu populasi Hiroshima berjumlah 350.000 jiwa. Artinya setengah dari total populasi pendiduk jadi korban.

  • Dampak radiasi yang panjang

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa yang sangat besar, bom atom Hiroshima juga membawa dampak racun radiasi yang panjang. Radiasi bom atom di Jepang membuat penyintas perang rentan terhadap leukimia, katarak, hinggaa tumor ganas.

Lebih mengerikannya lagi generasi yang lahir setelah tragedi Hiroshima juga terkena dampaknya. Mereka memiliki risiko memiliki ukuran otak yang lebih kecil, kebutaan, serta rentan terhadap kanker.

  • Mahasiswa Indonesia jadi korban bom Hiroshima

Fakta lain yang cukup mengejutkan adalah keberadaan mahasiswa dari Indonesia yang jadi korban bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Kisah tersebut diceritakan dalam tulisan berjudul Bom Atom di Atas Hiroshima) Suatu Pengalaman Nyata yang diterbitkan di Journal of the Medical Sciences: BERKALA ILMU KEDOKTERAN.

Dalam tulisan tersebut diceritakan bahwa di tahun 1943 dan 1944, pemerintah Jepang memiliki program beasiswa Nampo Tokubetsu Ryugakusei. Program tersebut memberi fasilitas kepada mahasiswa dari negara yang diduduki Jepang untuk kuliah di universitas mereka. Salah satu penerima program adalah Indonesia.

Setidaknya ada 4 mahasiswa yang jadi korban saat belajar di Hiroshima. Di tengah proses belajar, tiba-tiba ledakan berdentum.

“Suasana di luar seakan-akan sudah maghrib. Kami hanya tercengang. Apakah yang telah.terjadi? Suatu ledakan serentak sejumlah besar bom-bom waktu yang telah ditebarkan musuh tanpa pengetahuan penduduk Hiroshima?” demikian kesaksian mahasiswa Indonesia yang jadi korban bom Hiroshima.

Itulah beberapa fakta tragedi Hiroshima. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.