YOGYAKARTA – Seseorang yang egois sekilas hanya fokus pada diri sendiri dan sulit menunjukkan ketulusan. Untuk mengenali secara detail, berikut tanda seseorang yang terlalu egois dan cek bagaimana cara menghadapinya.
Tanda Orang Egois
Seseorang yang egois, mungkin terlalu sibuk dengan pikiran dan perasaannya sendiri. Melansir VerywellMind, Senin, 4 Agustus, mereka mungkin kurang memperhatikan kebutuhan dan perspektif orang lain. Fokusnya tunggal, pada diri sendiri dan kebutuhan serta keinginan dan masalahnya sendiri. Menurut Aimee Daramus, PsyD, seorang psikolog klinis berlisensi, egois serupa dengan narsisme. Kalau seorang narsis kesulitan peduli pada orang lain, orang egois berikut ini tanda-tandanya.
1. Mendominasi percakapan
Orang egois cenderung paling banyak bicara dalam percakapan atau rapat. Saat berbicara dengan mereka, rasanya percakapan hanya berfokus pada kehidupan, pencapaian, dan masalah mereka.
2. Kurang empati
Berempati terhadap orang lain, mengharuskan seseorang untuk menempatkan pada posisi orang lain dan memahami perasaan mereka. Orang egois, mungkin tidak dapat melihat sesuatu dari perspektif orang lain untuk berempati dengan mereka.
3. Menerima lebih banyak daripada yang diberikan
Hubungan Anda dengan orang yang egois, mungkin terasa berat. Sebab Anda mungkin telah berusaha mempertahankannya secara tulus, tanpa mengharap imbalan apapun. Tetapi sebaliknya, orang egois, fokus untuk menerima lebih banyak daripada yang diberikan relasinya.
4. Ingin segalanya dilakukan dengan cara mereka
Orang egois, sering kali ingin segala sesuatunya dilakukan dengan cara mereka. Ini menandai sulitnya orang egois dalam berkompromi. Mereka juga tidak mudah dalam melakukan sesuatu dengan cara orang lain. Misalnya, mereka biasanya tidak membiarkan orang lain memilih film atau restoran tempat makan siang. Ia yang menentukan segala hal, dengan caranya.
5. Cepat menyalahkan orang lain dan menghindari tanggung jawab
Orang egois mungkin tidak menyadari telah melakukan kesalahan. Karena fokus pada diri sendiri, mereka tak ingin disalahkan dan mungkin menyalahkan orang lain atas kesalahannya. Ini menggambarkan mereka menghindari tanggung jawab, atau ingin mengambil keuntungan dari menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
6. Selalu ingin menjadi pusat perhatian
Jika fokus perhatian ke sesuatu atau orang lain, orang egois mungkin cari cara untuk mengembalikan pusat perhatian pada dirinya. Termasuk menyisipkan cerita untuk mengubah situasi tetap berfokus pada diri mereka. Tambah Daramus, orang egois bahkan mungkin mencoba menghibur seseorang dengan menceritakan kisah tentang diri mereka sendiri.
Ada banyak faktor kenapa seseorang berperilaku egois. Jelas Daramus, bisa karena pengasuhan yang mengajarkan mereka untuk tidak mempertimbangkan atua melibatkan orang lain. Bisa juga karena pernah menerima penolakan, trauma, atau faktor sosiokultural yang berkontribusi pada egosentrisme.
Cara Menghadapi Orang yang Egois
Meskipun beberapa orang memiliki kesadaran ketika ia berperilaku egois, tetapi kebanyakan dengan perilaku ini tidak menyadarinya. Saran konselor profesional berlisensi, Yolanda Renteria, LPC., berdiskusi secara jujur dengan orang egois, mungkin membantu.
BACA JUGA:
1. Bersikap tegas
Jika orang yang egois tidak menyadari tindakannya memengaruhi Anda, bisa dengan bersikap tegas. Misalnya mengatakan kalimat seperti “Hai, aku mengalami hari yang berat. Bisakah berikan waktu 15 menit untuk mendengarkanku?”. Daramus menyarankan, bersikaplah diplomatis tetapi spesifik sesuai kebutuhan dan preferensi Anda.
2. Sesuaikan ekspektasi Anda
Berada di dekat orang egois, dapat membuat Anda merasa kecewa, kesal, atau marah. Anda mungkin merasa dimanfaatkan. Namun Anda perlu menyesuaikan ekspektasi. Jika rekan kerja Anda cenderung egois, mungkin ia bukan orang yang bisa diandalkan tetapi tetap bisa untuk diajak bergaul sesekali dalam kegiatan yang menyenangkan.
3. Tetapkan batasan
Orang egois menyita banyak watku dan energi. Menetapkan batasan dalam hubungan dapat membantu Anda melindungi diri sendiri. Nah, apabila terlalu menguras energi Anda, mungkin sebaiknya menghindari mereka untuk menjaga kesehatan mental dan emosional Anda.
Berurusan dengan orang yang egois, sering kali perlu ketegasan. Baik menegaskan pada diri sendiri sekaligus melatih empati.