Bagikan:

JAKARTA - Orang yang terlalu berpusat pada diri sendiri biasanya hanya fokus pada kebutuhan, keinginan, dan masalahnya saja, tanpa banyak mempertimbangkan orang lain.

Berbeda dengan self-care yang menjalani pola pikir sehat dan seimbang, sifat ini bisa muncul dalam pola sehari-hari, di mana seseorang selalu menempatkan dirinya di atas segalanya, meski itu merugikan orang lain.

Psikolog klinis berlisensi, Aimee Daramus, PsyD, menjelaskan tanda-tanda orang yang terlalu mementingkan diri sendiri. Berikut 6 tanda seseorang bisa menjadi egois, seperti dilansir dari laman Verywell Mind.

1. Mendominasi Percakapan

Menurut Daramus, orang yang berpusat pada diri sendiri biasanya berbicara paling banyak dalam percakapan. Topik pembicaraan sering hanya berkisar pada kehidupan, pencapaian, atau masalah mereka.

2. Kurang Empati

Empati berarti bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Namun, orang yang terlalu mementingkan diri sering kesulitan memahami perasaan orang lain.

3. Lebih Banyak Mengambil daripada Memberi

Hubungan dengan orang egois sering terasa berat sebelah. Anda mungkin merasa sudah banyak berusaha menjaga hubungan, tapi tidak mendapatkan timbal balik.

4. Ingin Segalanya Sesuai Kehendaknya

Mereka sulit berkompromi. Misalnya, saat memilih restoran atau film, keputusan harus selalu ada di tangan mereka.

"Biasanya mereka tidak membiarkan orang lain memilih," kata Dr. Daramus.

5. Cepat Menyalahkan Orang Lain

Orang seperti ini sulit mengakui kesalahan. Alih-alih bertanggung jawab, mereka cenderung melemparkan kesalahan pada orang lain.

6. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian

Ketika fokus berpindah ke orang lain, mereka biasanya berusaha menariknya kembali. Bisa dengan menyisipkan cerita untuk menyaingi orang lain, atau bahkan menghibur orang dengan cerita tentang diri sendiri.

"Mereka bisa saja berniat menghibur, tapi akhirnya tetap membuat situasi berpusat pada diri mereka," ujar Dr. Daramus.

Mengapa Seseorang Bisa Terlalu Mementingkan Diri?

Sikap egois sering kali membuat hubungan sosial jadi tidak seimbang. Orang yang egois biasanya lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri dibanding orang lain.

Menurut para ahli, perilaku ini tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang cenderung egois. Berikut alasan mengapa seseorang bisa terlalu mementingkan diri sendiri.

1. Pola Asuh

Salah satu faktor terbesar yang membentuk sifat egois adalah pola asuh. Cara orang tua mendidik anak sejak kecil akan sangat memengaruhi bagaimana anak melihat dirinya sendiri dan orang lain.

"Jika sejak kecil diajarkan bahwa hanya dirinya yang penting, maka saat dewasa dia mungkin tidak sadar bahwa sikapnya terkesan egois," kata Dr. Daramus.

2. Penolakan di Masa Kecil

Menurut konselor Yolanda Renteria, LPC, kurang diperhatikan saat kecil bisa membuat seseorang sangat butuh diperhatikan saat dewasa.

3. Trauma

Pengalaman traumatis bisa menanamkan keyakinan bahwa mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

4. Faktor Sosial

Norma masyarakat juga berpengaruh. Misalnya, keyakinan bahwa orang kaya pantas kaya dan merasa berhak atas segalanya.

5. Kondisi Kesehatan Mental

Kondisi kesehatan mental juga berperan dalam munculnya sifat egois. Sebuah studi pada tahun 2020 menemukan adanya kaitan antara sifat terlalu berpusat pada diri sendiri (self-centered) dengan depresi serta tingkat neurotisisme yang tinggi.

6. Neurodivergensi

Gangguan seperti kecemasan sosial atau autisme kadang terlihat seperti sikap self-centered.

7. Sosiopati

Pada tingkat ekstrem, sifat egois bisa muncul pada orang dengan gangguan kepribadian antisosial.