JAKARTA - Beberapa makanan yang terlihat biasa saja di toko atau dapur, ternyata dilarang di negara lain karena alasan kesehatan dan keselamatan.
Meskipun produk-produk ini umum ditemukan di banyak tempat, sejumlah negara melarangnya karena terbukti berisiko menyebabkan kanker, penyakit jantung, alergi, hingga keracunan.
Mulai dari camilan berwarna cerah yang penuh zat pewarna buatan, makanan berbahan kimia, sampai penyutikan, semua bahan ini bisa jadi berbahaya tanpa kita sadari.
Dengan meningkatnya kesadaran global soal bahan tambahan makanan dan standar produksi, berikut 7 makanan sehari-hari yang dilarang di berbagai negara dan alasan kenapa para ahli menyarankan kita untuk lebih cermat membaca label sebelum membeli, seperti dilansir dari laman Times of India.
1. Mi Instan dengan MSG
Banyak mi instan populer mengandung MSG dan TBHQ, zat pengawet yang dikaitkan dengan mual, sakit kepala, bahkan gangguan saraf bagi sebagian orang yang sensitif.
Meski belum dilarang secara global, beberapa negara Eropa menerapkan aturan ketat atau mewajibkan label khusus, karena kekhawatiran terhadap dampaknya.
2. Roti dengan Kalium Bromat
Kalium bromat digunakan agar adonan roti mengembang lebih cepat. Bahan ini umum dipakai di India dan Amerika Serikat. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat ini bisa bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Karena itu, Inggris, Kanada, Brasil, dan Uni Eropa sudah melarang penggunaannya dalam semua produk roti.
“Penggunaan kalium bromat bisa berisiko jangka panjang bagi kesehatan,” kata seorang ahli pangan dari Kanada.
3. Salmon yang Dibudidayakan
Salmon hasil budidaya sering diberi antibiotik dan pewarna sintetis agar dagingnya terlihat lebih merah muda. Beberapa penelitian menemukan kandungan tinggi PCB dan dioksin pada salmon jenis ini. Australia dan Selandia Baru pun lebih memilih salmon tangkapan liar yang lebih aman dan bergizi.
4. Kinder Joy & Kinder Surprise
Cokelat Kinder Surprise dengan mainan di dalamnya dilarang di Amerika Serikat karena dianggap berbahaya, namun mainan di dalam makanan dinilai bisa menyebabkan tersedak. Meski Kinder Joy diperbolehkan karena kemasannya terpisah, versi Classic Kinder Surprise masih dilarang secara hukum di AS.
BACA JUGA:
5. Pewarna Makanan Buatan
Permen atau camilan dengan warna mencolok biasanya mengandung pewarna seperti Red 40 dan Yellow 5. Zat-zat ini dikaitkan dengan hiperaktif pada anak dan reaksi alergi. Banyak negara Eropa dan Inggris sudah melarang atau membatasi penggunaannya, meski masih bebas dipakai di negara lain.
6. Ikan Fugu
Ikan fugu atau ikan buntal dikenal beracun karena mengandung tetrodotoxin yang mematikan. Meski hanya koki terlatih yang diizinkan mengolahnya di Jepang, satu kesalahan kecil saat memotong bisa menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Karena risikonya tinggi, Uni Eropa melarang peredaran ikan ini.
7. Susu Mentah (Raw Milk)
Susu mentah yang belum dipasteurisasi mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Pendukungnya mengklaim nutrisinya lebih baik, tapi lembaga kesehatan menilai risikonya terlalu tinggi, apalagi untuk anak-anak dan ibu hamil. Karena itu, Kanada, Australia, dan beberapa wilayah di Amerika Serikat melarang penjualannya secara bebas.