JAKARTA - Putri Wales Catherine atau Kate Middleton, kembali mencuri perhatian publik dengan penampilannya yang elegan dan penuh makna saat menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron di pangkalan RAF Northolt, Windsor, Inggris pada Selasa, 8 Juli 2025.
Dilansir dari laman People, momen ini menjadi sorotan bukan karena kepentingan diplomatik, tetapi juga menjadi debut perdana Kate mengenakan busana dari rumah mode ternama Prancis, Dior.
Dalam acara penyambutan, Kate tampil menawan dalam balutan busana berwarna merah muda pucat dari Christian Dior, tepatnya 30 Montaigne Rose Des Vents Bar Jacket dari koleksi 2024.
Busana tersebut merupakan karya Maria Grazia Chiuri, desainer perempuan pertama Dior yang mengambil inspirasi dari desain ikonis Christian Dior tahun 1947.
Sebagai pelengkap, Kate mengenakan topi senada dari desainer Jess Collett, anting warisan mendiang Putri Diana, serta kalung mutiara dari koleksi Ratu Elizabeth II.
Kombinasi tersebut menambah nilai simbolik dan warisan kerajaan dalam penampilannya, sekaligus mempertegas citranya sebagai figur mode yang penuh pesan dan makna.
Penampilan Kate Middleton ini menandai pertama kalinya dirinya tampil publik mengenakan karya Dior, yang secara tidak langsung memperkuat hubungan emosional dan historis antara keluarga Kerajaan Inggris dan rumah mode asal Prancis tersebut.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Putri Margaret pernah mengenakan Dior saat ulang tahunnya yang ke-21. Putri Diana, ibu mertua Kate, juga dikenal luas sebagai ikon mode yang lekat dengan Dior, bahkan tas Lady Dior menjadi aksesori ikoniknya.
Di masa kini, Meghan Markle juga tercatat sering mengenakan busana Dior, dan Ratu Camilla pernah membawa tas Lady Dior dalam beberapa kesempatan.
Dengan debut ini, Kate seolah melanjutkan warisan para perempuan kerajaan Inggris yang menggunakan mode sebagai alat diplomasi dan simbol persahabatan antarnegara.
Bukan rahasia lagi jika Kate Middleton sering menjadikan busananya sebagai media komunikasi diplomatik. Dalam berbagai kunjungan luar negeri, ia kerap memilih desainer lokal negara yang dikunjunginya atau mengenakan warna yang identik dengan bendera negara tersebut.
Pilihan Dior dalam penyambutan Presiden Macron tentu bukan keputusan sembarangan. Ini adalah sinyal kuat penghormatan terhadap budaya dan industri kreatif Prancis, sekaligus penegasan bahwa mode bisa menjadi jembatan diplomatik yang anggun.
Perpaduan antara mode, warisan, dan pesan diplomatik, penampilan Kate Middleton kali ini menjadi lebih dari sekadar gaya. Ia menunjukkan bagaimana perempuan kerajaan modern dapat tampil kuat, elegan, dan strategis dalam satu balutan busana.