Bagikan:

YOGYAKARTA - Selain menghabiskan energi, efek membentak anak remaja juga sangat berbahaya bagi perkembangan mereka. Dampak membentak anak remaja ini tidak hanya berpengaruh untuk mentalnya, tetapi juga pada keadaan fisiknya.

Efek yang terjadi tidak hanya pada saat ini saja, bahkan juga dapat berdampak hingga ia memasuki fase dewasa.

Dalam fasenya, remaja merupakan sebuah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Dalam masa ini, seorang remaja dapat memiliki sikap yang unik, tidak lagi merengek seperti anak-anak, tetapi juga belum memiliki kematangan seperti orang dewasa.

Pada masa ini, anak remaja mulai mencari jati dirinya, mulai memiliki rasa penasaran, dan pikirannya pun mulai berkembang.

Oleh karena itu, memberi perlakuan tidak baik secara verbal akan sangat berdampak pada perkembangannya.

Dilansir dari laman Healthy, di bawah ini adalah sejumlah dampak membentak anak remaja.

Dampak Membentak Anak Remaja

Risiko depresi

Remaja menjadi masa-masa seseorang sedang mencari jati diri. Banyak orang menjalani masa remaja dengan krisis mental yang labil.

Oleh sebab itu, membentak anak remaja akan sangat berisiko menjadikannya merasa rendah diri dan kurang kepercayaan diri.

Anak remaja akan merasa dirinya memiliki banyak kekurangan, hingga merasa tidak dapat melakukan apapun.

Oleh karena itu, hal ini tentu berisiko menjerumuskannya ke dalam jurang depresi.

Memengaruhi perilaku anak

Apakah Anda pernah mendengar istilah larangan adalah perintah? Nah, hal inilah yang mungkin terjadi saat Anda melarang anak remaja dengan cara membentaknya.

Membentak anak memang bisa membuatnya terdiam dan berhenti saat melakukan suatu hal yang salah.

Namun, perlakuan ini justu akan mengundang atau menciptakan masalah di lain waktu.

Remaja merupakan masa-masa eksplorasi diri, pola pikir abstrak anak mulai berkembang, dan mulai memiliki rasa penasaran.

Membentak anak remaja untuk berhenti melakukan sesuatu, kemungkinan justru akan menjadikannya mencoba sesuatu yang lebih berbahaya di lain waktu.

Karena pemikiran kritis seorang remaja juga sedang berkembang, membentak anak juga dapat menjadikannya lebih agresif dan terus membela perilaku yang mereka lakukan.

Masalah perkembangan otak

Selain masalah psikis, membentak anak juga dapat memberikan dampak pada perkembangan otaknya.

Membentak akan memunculkan emosi negatif yang selanjutnya mendominasi otak anak. Padahal, biasanya otak manusia memang lebih cepat memproses pikiran negatif daripada positif.

Nah, membentak anak dapat menimbulkan perubahan yang signifikan pada perkembangan otak.

Memengaruhi kesehatan

Tidak cukup sampai mental saja, membentak anak juga berisiko terhadap kesehatan fisik anak remaja. Sebab, rasa stres yang timbul karena bentakan dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan fisik dalam jangka panjang.

Beberapa masalah fisik yang mungkin terjadi antara lain sakit punggung, masalah leher, sakit kepala akut, sesak napas, GERD, dan sebagainya.

Demikianlah ulasan mengenai dampak membentak anak remaja. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.  

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+