Bagikan:

JAKARTA - Film Jumbo karya sutradara Ryan Adriandhy memperoleh 10 juta penonton. Film produksi Visinema Studios ini mendapat jumlah penonton tersebut dalam kurun waktu 60 hari.

Dengan perolehan ini, film Jumbo berada di posisi kedua film terlaris di Indonesia sepanjang masa. Rekor film terlaris masih dipegang oleh “KKN di Desa Penari” yang nampaknya akan bergeser dalam beberapa hari ke depan.

Jumbo berhasil menggeser film Agak Laen yang sebelumnya berada di posisi kedua dengan 9,1 juta penonton serta Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 yang memperoleh 6 juta penonton.

Jumbo sendiri sudah tayang selama empat tanggal merah, berawal dari Lebaran Idul Fitri hingga Lebaran Haji (Idul Adha). Film ini juga memimpin peringkat sebagai film animasi terlaris di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Capaian “JUMBO” tak bisa diraih dan tak bisa berjalan hingga sejauh ini tanpa dukungan nyata oleh penonton dan keluarga Indonesia. Visinema Studios selalu percaya karya yang baik akan mendapatkan tempat yang baik juga bagi para penikmat karyanya, sekaligus menjadi core memory bagi generasi yang saat ini tengah memasuki usia remaja maupun usia anak,” kata Herry B. Salim selaku CEO Visinema Studios.

Ryan juga merasa pencapaian Jumbo sebesar ini merupakan berkah yang tidak terkira. Diketahui film Jumbo memulai hari pertama penayangannya dengan 60 ribu penonton.

“Sebuah berkah yang sangat kami syukuri. Ini adalah berkat doa, kerja keras, dan keyakinan bukan hanya dari kreator, namun juga para penonton dan keluarga Indonesia yang ikut memiliki “JUMBO”. Senang rasanya menciptakan sejarah bersama banyak orang yang merasa memiliki karyanya,” kata Ryan Adriandhy.

Film Jumbo mengisahkan Don (diisi suara oleh Prince Poetiray) yang kerap dijuluki Jumbo oleh teman-teman sekitarnya. Ia ingin membuktikan kemampuannya dengan menceritakan dongeng dalam buku yang dibuat oleh mendiang kedua orang tuanya, hingga ia bertemu dengan Meri (Quinn Salman).

Adapun, film Jumbo masih tayang di bioskop Indonesia.