Bagikan:

JAKARTA - Rumah produksi Falcon Pictures menghadirkan film terbaru Danial Rifki, Dendam Malam Kelam. Film ini merupakan adaptasi dari film The Body (El Cuerpo) karya Oriol Paulo.

Film ini mempertemukan Arya Saloka yang memerankan film noir perdananya beradu dengan Marissa Anita, Bront Palarae, Davina Karamoy, Putri Ayudya, dan lainnya.

Dendam Malam Kelam mengisahkan Jefri Adam (Arya Saloka), seorang pemimpin perusahaan farmasi yang mengalami duka setelah istrinya meninggal. Istrinya, Sofia Arini (Marissa Anita) adalah pemilik perusahaan Jefri yang memiliki jarak umur yang besar.

Tanpa diketahui siapapun, Jefri memiliki selingkuhan bernama Sarah (Davina Karamoy). Suatu malam, Jefri dihubungi lab forensik yang melaporkan jenazah Sofia menghilang padahal mereka belum memulai proses autopsi.

Jefri yang datang ke lab forensik, kemudian berhadapan dengan Arya Pradana (Bront Palarae) yang menyelidiki hilangnya mayat Sofia. Arya mencurigai Jefri yang menghilangkan jenazah agar penyebab pastinya tidak ditemukan.

Jefri mengaku tidak terlibat atas hilangnya jenazah namun ia tetap ditahan di lab forensik. Selama berada di lab, Jefri mulai merasakan hal berbeda yang mencurigai Sofia masih hidup.

Jangan tertipu dengan posternya karena film Dendam Malam Kelam bukan film horor. Film drama misteri ini menampilkan genre noir yang terlihat sama dengan film orisinalnya, tentu dengan pendekatan lokal yang biasa ditemui dalam beberapa adaptasi dari Falcon.

Akan tetapi, hal yang menarik dari Dendam Malam Kelam adalah intrik misteri itu sudah muncul sejak awal adegan. Suasana yang dibangun terasa mendukung dan intens sehingga tidak ada satu menit yang tersia karena dibutuhkan.

Ketegangan itu juga ditanamkan kala babak kedua muncul ketika Jefri mulai dikaitkan dan ditahan. Interaksi Arya Saloka dan Bront Palarae menjadi yang paling menarik di sini karena ada tarik ulur dan adu antara keduanya.

Begitu juga dengan Marissa Anita dan Davina Karamoy yang memainkan peran mereka dengan baik (seperti biasa). Akan tetapi perkembangan karakter Arya Saloka menjadi sorotan utama yang membuat penonton terus menantikan apa yan terjadi.

Tidak berhenti di situ, visual yang ditampilkan berpadu dengan scoring-nya juga mendukung atmosfir yang diciptakan dalam Dendam Malam Kelam.

Film ini sangat mengikuti versi aslinya, namun melakukan penyesuaian lokal yang sesuai dan cocok sehingga tidak ada kesan yang dipaksakan.

Bisa dikatakan film Dendam Malam Kelam hadir sebagai film drama misteri yang mencuri perhatian sekaligus adaptasi yang baik dari Falcon.

Adapun, film Dendam Malam Kelam mendapat rating D17+ dan bisa disaksikan di bioskop Indonesia mulai 28 Mei.