Bagikan:

JAKARTA - Gaya hidup generasi muda, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Bali, kini bergerak ke arah yang lebih dinamis dan multidimensional. Tidak lagi sekadar soal tempat tinggal dan pekerjaan, masyarakat perkotaan kini semakin mencari ruang yang mampu menjadi perpanjangan dari ekspresi diri, kreativitas, dan kebutuhan akan koneksi sosial yang bermakna.

Dalam lanskap ini, muncul kembali sebuah kolektif yang pernah berpengaruh dalam pembentukan subkultur kreatif Jakarta, kini hadir dengan semangat dan identitas baru: A3000 Cultural Collective.

Berakar dari sejarah panjang 3000 Group yang sempat dikenal luas pada awal 2000-an karena keterlibatannya dalam ruang-ruang kreatif dan proyek-proyek eksperimental di Jakarta, A3000 Cultural Collective kini hadir sebagai bentuk evolusi yang lebih terintegrasi.

Bukan sekadar rebranding, kembalinya kolektif ini mencerminkan upaya untuk merespons kebutuhan zaman dengan pendekatan yang menyatukan seni, komunitas, musik, dan kuliner dalam satu wadah yang saling mendukung.

Di Jakarta Selatan, khususnya kawasan Kemang, semangat tersebut mulai terasa kembali melalui kehadiran Space Available Jakarta, sebuah ruang yang dulunya menjadi bagian penting dari geliat budaya alternatif ibu kota.

Kini, tempat itu dihidupkan kembali sebagai pusat komunitas dengan pendekatan self-care dan aktivitas berbasis kesadaran sosial serta kreativitas. Alih-alih menjadi tempat konsumtif semata, ruang ini difungsikan sebagai tempat bertumbuh bersama, berbagi gagasan, serta menghubungkan kembali warga kota dengan bentuk-bentuk aktivitas yang lebih reflektif.

"Tempat ini memiliki sejarah yang kuat dalam membentuk lanskap kreatif Jakarta, dan kami ingin semangat itu terus hidup melalui Space Available Jakarta. Di sisi lain, 3000 Gastronomia dan Tripo 3000 terus mendorong batasan dalam dunia kuliner dan hiburan," ungkap Hendy Kana, Founder dari A3000 Cultural Collective, dalam keterangan resminya. 

Melalui divisi gastronomi, mereka mencoba memberikan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat secara rasa, tetapi juga menggugah secara konsep. Dengan jenama kuliner seperti Oyster Dealer, zerø inn, dan Soora, eksplorasi terhadap makanan dilakukan dengan cara yang menggabungkan narasi masa depan dan keberlanjutan, menjadikan kuliner sebagai bagian dari diskursus budaya, bukan sekadar konsumsi.

Musik dan hiburan tetap menjadi denyut kuat dalam tubuh A3000. Tripo 3000, sebagai salah satu inisiatif paling ikonik, tetap aktif menghadirkan acara-acara musik bawah tanah yang menawarkan pengalaman imersif dan tidak konvensional. Setelah lebih dari 15 tahun eksis, Tripo 3000 tetap setia dengan semangat "avant-garde" yang menolak formula baku pesta malam.

"Alih-alih mengulang format yang sama, mereka memilih lokasi-lokasi unik, tema-tema eksperimental, dan kolaborasi lintas disiplin yang terus menantang persepsi publik tentang hiburan malam, jelas Hendy.

Dalam semua lini ini, benang merah yang menyatukan adalah semangat kolaborasi dan keberanian untuk terus bereksperimen. A3000 Cultural Collective tidak sekadar hadir untuk menghidupkan kembali memori masa lalu, tetapi mencoba membentuk ulang peran ruang kreatif dalam masyarakat urban yang sedang berubah.

Fokusnya bukan hanya hiburan, melainkan membangun ekosistem yang mampu menjadi tempat tumbuhnya ide, jejaring komunitas, dan inovasi yang berkelanjutan.