JAKARTA - Film animasi Jumbo menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta film Indonesia. Sejak tayang perdana pada 31 Maret, film ini langsung menggebrak box office nasional. Sampai saat ini, 10 Mei, Jumbo telah meraup total 8.957.462 penonton, berdasarkan data yang diunggah akun Instagram resmi @jumbofilm_id.
Film ini merupakan karya dari komedian dan kreator konten Ryan Adriandhy, yang memulai proses produksi sejak 2019 hingga rampung pada 2024. Sebuah proyek jangka panjang yang melibatkan puluhan tenaga profesional dari berbagai bidang. Hal ini membuktikan bahwa film animasi lokal pun bisa tampil megah dan berkelas.
Mengangkat kisah menyentuh tentang Don, seorang anak yang kerap menjadi korban perundungan, Jumbo membalut cerita penuh pesan moral dalam kemasan yang ringan namun emosional. Don berusaha membuktikan dirinya hebat melalui sebuah pentas seni, dibantu oleh Meri, temannya yang meminta balasan agar Don membantu memperbaiki makam keluarganya yang telah dirusak.
BACA JUGA:
Di sisi lain, ada Atta, anak yang merasa iri karena tak bisa ikut pentas seni untuk mendapatkan hadiah pengobatan bagi kakaknya. Alur cerita ini tak hanya menghibur, tapi juga menyentuh berbagai lapisan emosi penonton dari segala usia.
Dalam sebuah podcast bersama Raditya Dika, Ryan mengungkap beberapa kunci keberhasilan film ini hingga mampu menembus jutaan penonton. Menurutnya, kesuksesan besar Jumbo bukanlah hasil dari satu elemen saja, melainkan kombinasi dari strategi kuat, momen yang tepat, serta keterlibatan emosional penonton.
Berikut 5 faktor utama yang menurut Ryan menjadi penopang keberhasilan film animasi ini, seperti dilansir dari kanal YouTube Raditya Dika.
1. Menyasar Tiga Segmen Penonton
Berbeda dengan stigma lama bahwa film animasi hanya untuk anak-anak, Jumbo menargetkan segmen penonton yang lebih luas, yakni anak-anak, remaja hingga dewasa.
Tiga segmen ini menjadi kekuatan utama yang membuat Jumbo dapat dinikmati oleh keluarga secara keseluruhan. Alhasil, film ini menciptakan pengalaman menonton yang menyatukan generasi, serta memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
2. Fenomena Buzzer Organik
Salah satu kejutan terbesar datang dari warganet yang dengan sukarela mempromosikan film ini. Tanpa diminta, mereka menyebarkan kesan positif tentang Jumbo di berbagai platform sosial media.
"Munculnya buzzer organik ada hastagnya #BuzzerJumbo. Itu mulainya diminggu pertama," ujarnya.
3. Transparansi Produksi Sejak 2021
Tak merahasiakan proyek filmnya, Ryan justru rutin membagikan progres produksi Jumbo sejak 2021 melalui media sosial. Meskipun ada yang merasa lelah menanti, namun banyak juga yang justru semakin penasaran dan terikat secara emosional.
“Kami memulai tahap praâproduksi sejak 2019 untuk merumuskan konsep, tapi produksi penuh baru berjalan dua tahun terakhir,” imbuhnya.
4. Lagu OST yang Melekat di Hati
Satu lagi elemen penting yang memperkuat daya tarik Jumbo adalah lagu tema berjudul "Selalu Ada di Nadimu" ciptaan Laleilmanino. Lagu ini memiliki dua versi, yaitu dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari, serta duet Prince Poetiray dan Quinn Salman.
Melodi dan lirik yang menyentuh membuat lagu ini viral, banyak dicover, dan digunakan sebagai latar suara di berbagai konten digital. Ryan merasa sulit menahan diri untuk tidak membocorkan lagu ini yang telah rampung sejak 2022.
5. Momentum Rilis yang Tepat
Tak bisa dipungkiri, pemilihan tanggal rilis Jumbo juga menjadi salah satu faktor kesuksesan. Tayang pada 31 Maret, film ini bertepatan dengan rangkaian libur panjang, yakni Paskah, Nyepi, dan Idulfitri.
Momen libur ini menciptakan peluang emas untuk menjadikan Jumbo sebagai quality time bersama keluarga. Bioskop pun dipenuhi oleh rombongan keluarga yang ingin menikmati hiburan sehat, menyenangkan, dan pesan positif.