YOGYAKARTA - Banyak orang menganggap influenza dan selesma sebagai penyakit yang sama. Keduanya memang sama-sama menyerang saluran pernapasan dan dapat menimbulkan batuk, pilek, hidung tersumbat, serta sakit tenggorokan. Namun, memahami perbedaan gejala influenza dan selesma sangat penting agar seseorang dapat menentukan langkah perawatan yang lebih tepat.
Secara umum, influenza atau flu biasanya muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang lebih berat. Selesma atau common cold cenderung berkembang perlahan dan gejalanya lebih ringan. CDC menjelaskan bahwa flu biasanya lebih parah daripada selesma, dengan gejala yang lebih intens dan datang lebih mendadak. Sebaliknya, penderita selesma lebih sering mengalami hidung berair atau tersumbat.
Apa Itu Influenza?
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini dapat menimbulkan keluhan ringan sampai berat, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta. Gejala influenza biasanya meliputi demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, lemas, dan rasa sangat lelah. Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa flu cenderung datang cepat, biasanya dalam dua sampai tiga hari setelah seseorang terpapar virus.
Ciri khas influenza adalah tubuh terasa sangat tidak nyaman. Penderita sering merasa tidak bertenaga, sulit beraktivitas, dan membutuhkan istirahat lebih banyak. Demam pada influenza juga lebih sering terjadi, walaupun tidak semua orang yang terkena flu pasti mengalami demam.
Apa Itu Selesma?
Selesma adalah infeksi ringan pada saluran pernapasan bagian atas. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus. Gejalanya biasanya dimulai secara perlahan, misalnya tenggorokan terasa tidak nyaman, bersin, hidung meler, hidung tersumbat, batuk ringan, dan rasa lelah ringan. Mayo Clinic menyebutkan bahwa selesma umumnya ditandai dengan onset bertahap, bersin, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, serta kelelahan ringan sampai sedang.
Selesma jarang menyebabkan kondisi berat pada orang sehat. Penderitanya biasanya masih dapat beraktivitas, walaupun tetap perlu beristirahat agar pemulihan lebih cepat. Keluhan selesma sering terasa mengganggu, tetapi umumnya tidak seberat influenza.
BACA JUGA:
Perbedaan Gejala Influenza dan Selesma
Perbedaan utama terletak pada kecepatan munculnya gejala dan tingkat keparahannya. Influenza biasanya datang mendadak. Seseorang dapat merasa sehat pada pagi hari, lalu mengalami demam, nyeri tubuh, dan lemas berat pada sore atau malam hari. Selesma biasanya muncul perlahan, dimulai dari hidung tidak nyaman, bersin, atau tenggorokan gatal.
Dari sisi demam, influenza lebih sering menyebabkan demam tinggi atau rasa menggigil. Selesma jarang menimbulkan demam tinggi pada orang dewasa. Dari sisi nyeri tubuh, influenza lebih sering menimbulkan pegal, nyeri otot, dan sakit kepala yang cukup mengganggu. Selesma biasanya hanya menyebabkan rasa tidak enak badan ringan.
Batuk dapat muncul pada keduanya. Namun, batuk pada influenza sering terasa lebih berat dan dapat disertai rasa lelah. Pada selesma, batuk biasanya lebih ringan dan sering muncul bersama pilek, bersin, atau hidung tersumbat. NHS juga menjelaskan bahwa gejala pilek dan flu mirip, tetapi flu cenderung lebih berat dibandingkan selesma.
Kapan Harus Lebih Waspada?
Memahami perbedaan gejala influenza dan selesma tidak berarti seseorang dapat memastikan diagnosis hanya dari gejala. CDC menegaskan bahwa gejala flu dan selesma dapat tumpang tindih, sehingga sulit membedakannya hanya berdasarkan gejala.
Pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala semakin berat, sesak napas, nyeri dada, demam tinggi tidak membaik, tubuh sangat lemas, atau penderita termasuk kelompok berisiko. Anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan imun sebaiknya lebih cepat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Cara Merawat Diri di Rumah
Pada gejala ringan, perawatan awal dapat dilakukan dengan istirahat cukup, minum air putih, makan bergizi, dan menghindari aktivitas berat. Obat bebas dapat membantu meredakan demam, nyeri, batuk, atau hidung tersumbat sesuai aturan pakai. Antibiotik tidak digunakan untuk mengatasi flu atau selesma biasa karena keduanya umumnya disebabkan oleh virus.
Pencegahan juga penting. Mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menutup mulut ketika batuk, menjaga jarak dari orang sakit, dan menjaga daya tahan tubuh dapat membantu mengurangi risiko penularan. Vaksin influenza juga dapat menjadi langkah pencegahan, terutama bagi kelompok yang rentan mengalami komplikasi.
Perbedaan gejala influenza dan selesma dapat dikenali dari pola kemunculan dan tingkat keparahan gejalanya. Influenza biasanya datang mendadak, lebih berat, sering disertai demam, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan ekstrem. Selesma biasanya muncul perlahan, lebih ringan, dan lebih dominan menyebabkan pilek, bersin, hidung tersumbat, serta sakit tenggorokan ringan.
Mengenali perbedaannya membantu seseorang mengambil langkah perawatan yang tepat. Pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan apabila gejala berat, tidak membaik, atau terjadi pada kelompok berisiko. Ketahui juga Cerita Dokter Kanya Menghadapi Kasus Influenza Berat yang Dialami Anak-Anak
Jadi setelah mengetahui perbedaan gejala influenza dan selesma, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!