Bagikan:

JAKARTA - Beberapa waktu belakangan, ghosting menjadi fenomena yang sering dialami dalam hubungan asmara. Orang yang mengalami hal ini tiba-tiba saja ditinggalkan tanpa alasan yang jelas dan komunikasi yang langsung terputus.

Di tengah fenomena ghosting, muncul tren hardballing untuk mengatasinya dan sering digunakan oleh generasi Z atau gen Z. Dikutip dari Style Rave, hardballing adalah cara yang dilakukan seseorang untuk memberitahu secara tegas dan jujur keinginan, harapan, dan standar yang diinginkan seseorang dalam sebuah hubungan.

Dengan menerapkan tren hardballing, seseorang akan mengutarakan keinginan mereka sejak awal pendekatan. Mereka melakukan komunikasi yang terbuka dengan gebetan, mengenai apa yang bisa diterima atau tidak dalam hubungan.

Tren ini menjadi upaya yang mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteraan, yang membuat kemungkinan kecil terjadinya ghosting atau ditinggalkan tanpa alasan. Orang yang melakukan tren ini memiliki sifat yang berani, percaya diri, melindungi harga diri, dan tegas.

Meski demikian, tren hardballing memiliki manfaat yang positif dan negatif ketika diterapkan. Beberapa dampak positif hardballing adalah sebagai berikut.

- Mendorong individu untuk bersikap terbuka dan jujur tentang kebutuhan, keinginan, dan batasan dalam hubungan, sehingga pasangan akan memiliki rasa saling pengertian.

- Memungkinkan untuk memilih pasangan yang tepat dan tidak perlu membuang-buang waktu untuk hubungan yang tidak pasti.

- Hubungan akan langgeng karena sudah selektif di awal, sehingga mereka sudah menemukan orang yang cocok.

- Terhindar dari ghosting yang berpotensi membuat sakit hati.

- Seseorang bisa mengendalikan kehidupan kencan, memprioritaskan kesejahteraan, menjalin hubungan yang sehat, dan saling menghormati.

Di sisi lain, tren ini juga memiliki dampak negatif sebagai berikut.

- Mencari pasangan lebih sulit, karena penerapan batasan dan sesuai yang diinginkan.

- Beberapa orang mungkin merasa bahwa hardballing menakutkan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan komunikasi tegas atau standar tinggi dalam hubungan.

- Dianggap tidak mudah untuk didekati, yang bisa saja membuat calon pasangan mundur lebih dahulu.