JAKARTA - Festival Jenang Nusantara pada Senin diselenggarakan di daerah Ngarsopuro sebagai bagian dari acara perayaan ulang tahun ke-280 Kota Solo di Provinsi Jawa Tengah.
Festival ini menjadi ajang tahunan yang dinantikan masyarakat, menampilkan beragam jenis jenang khas Nusantara serta berbagai pertunjukan seni dan budaya. Selain sebagai bagian dari perayaan ulang tahun kota, festival ini juga bertujuan untuk melestarikan kuliner tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Solo.
Beragam jenis jenang disajikan dalam festival tersebut, termasuk jenang sumsum, jenang ketan hitam, jenang Bali, bubur mutiara, dan bubur lemu. Pengunjung dapat menikmati sajian ini secara gratis sambil menikmati atmosfer perayaan yang meriah.
Warga memadati area Ngarsopuro untuk mencicipi aneka jenang serta menyaksikan hiburan yang digelar selama festival.
"Tadi saya sempat kebagian bubur mutiara. Mau cari bubur ketan hitam tapi sudah kehabisan," kata Wulandari, warga Solo yang setiap tahun menghadiri festival, seperti dikutip ANTARA.
"Bubur itu kan makanan yang sederhana tapi banyak yang suka, banyak yang cari. Ini identik dengan Solo, sederhana tapi banyak yang berkunjung," tambahnya.
Widaryati bersama kelompoknya menyuguhkan jenang ketan hitam pada festival tahun ini. Mereka membuat jenang dari lima kilogram beras ketan hitam.
BACA JUGA:
"Kami senang bisa dilibatkan terus dalam acara ini," kata Widaryati, warga Kelurahan Penumping yang secara rutin berpartisipasi dalam festival jenang.
Direktur Artistik Festival Jenang Nusantara, Heru Mataya, menyampaikan sekitar 10.000 porsi jenang dibagikan kepada warga selama festival berlangsung.
"Stan jenang ada di kawasan Ngarsopuro dan di Pamedan Pura Mangkunegaran," ujarnya.
Menurut Heru, Festival Jenang Nusantara tahun 2025 merupakan edisi ke-14 yang diadakan di Kota Solo.
"Selain untuk memperingati hari jadi Kota Solo, festival ini juga menjadi bentuk mangayubagyo (ikut berbahagia) Jumenengan KGPAA Mangkunegara X yang berlangsung beberapa waktu lalu," jelasnya.