Sensasi Hidup ala Samurai di Wanoi Kakunodate, Jepang
Wanoi Kakonudate (Foto: Dok. Familio Folkloro)

Bagikan:

JAKARTA – Biasanya jika Anda ingin melihat secara langsung pedang dan peralatan samurai Jepang di masa lalu, Anda akan diajak untuk mengunjungi museum benda-benda kuno.

Tapi ada satu hal menarik di kawasan Prefektur Akita, Jepang di mana koleksi-koleksi bersejarah samurai tidak hanya ditampilkan di museum, tapi juga ikut ditampilkan di dalam hotel.

Ya hotel unik ini bernama Wanoi Kakunodate. Wanoi Kakunodate tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi benda-benda samurai, tapi dulunya memang merupakan gudang penyimpanan pedang dan baju zirah di era samurai. Namun seiring berjalannya waktu, gudang tersebut direstorasi menjadi hotel.

Hotel ini terbagi menjadi tiga area privat sesuai dengan peruntukannya di masa lampau yaitu, Nishinomiyake Bushigura, Nishinomiyake Gakkogura, dan Tanmonogura.

Ruang Tengah Wanoi Kakunodate (Foto: Dok. Kukan Design)

 

Nishinomiyake sendiri merujuk pada klan samurai Nishinomiya yang dahulu menguasai area dan bangunan tersebut. Jika diartikan, Bushigura merupakan gudang prajurit, Gakkogura merupakan gudang makanan, dan Tanmonogura merupakan gudang pakaian.

Tiap-tiap ‘gudang’ tentu memiliki keunikannya tersendiri. Bushigura, misalnya. Ruang ini masih mempertahankan penggunaan pintu kayu tebal, berat dan berwarna gelap yang di dalamnya berisi alat-alat perkakas untuk samurai berkasta rendah.

Pintu-pintu yang berat memang masih digunakan untuk menambah kesan kuno. Tapi sebuah pintu geser kayu yang lebih modern disediakan untuk alasan praktis.

Ruang tamu utama dihiasi dengan perapian yang ditempatkan di tengah ruangan. Selain itu, ada juga tirai-tirai raksasa di dinding. Tirai-tirai ini dulunya digunakan saat perang di era samurai.

Sebagai tambahan, semua fitur dan ornamen yang berada di hotel ini memiliki arti penting dan bersejarah. Biasanya, petugas hotel akan menjelaskan secara rinci mengenai cerita unik dibalik furnitur-furnitur tersebut.

Karena masing-masing gudang dijadikan tempat menginap dan hanya tersedia tiga unit saja, maka menyewa kamar di Wanoi Kakunodate terbilang cukup sulit. Anda diharuskan melakukan reservasi kamar minimal sebulan sebelum berkunjung.

Namun karena pandemi Covid 19, Wanoi Kakunodate jadi lebih sepi dari biasanya. Dalam menerapkan protokol kesehatan, setiap banguan di Wanoi Kakunodate akan menjadi tempat eksklusif untuk para tamu yang menginap.

Staf hotel hanya muncul ketika Anda akan melakukan check-in, check-out, dan waktu sarapan.

Untuk informasi, biaya menginap di hotel Wanoi Kakunodate dipatok sekitar Rp4 juta per malam.

Jika Anda berniat mengunjunginya setelah kasus Covid-19 mulai melandai, maka Anda bisa menyiapkan tabungan dari sekarang supaya bisa mengambil waktu staycation Wanoi Kakunodate yang lebih lama.