Bagikan:

JAKARTA – Rempah adalah berbagai hasil tanaman yang terbagi berdasarkan karakter dan manfaatnya. Beberapa jenis yang memendarkan aroma disebut rempah aromatik.

Sebagian lainnya yang berguna untuk obat-obatan disebut dengan rempah ratus. Kedua hal ini jadi alasan mengapa baiknya memiliki stok rempah-rempah di dapur.

Selain bermanfaat untuk membuat masakan lebih sedap, melansir dari John Hopkins Medicine, ada lebih dari 100 ragam bumbu yang dipakai di dunia.

Rempah-rempah adalah sumber antioksidan, ungkap Diane Vizthum, M.S., R.D., ahli dalam penelitian tentang nutrisi di Fakultas Kedokteran Universitas John Hopkins.

Selanjutnya, apa saja rempah-rempah yang baiknya ada di rumah? 

Pala

ilustrasi biji pala dan rempah lainnya
Ilustrasi biji pala dan rempah lainnya (Unsplash/Nicole Baster)

Rasa hangat dan pedas berpendar dimulut ketika mencampurkan pala dalam sebuah masakan. Disamping menyempurnakan rasa hidangan, pala merupakan rempah yang mengandung zat tinggi anti-inflamasi.

Manfaatnya untuk kesehatan tak hanya mampu mengontrol gula darah dan menyehatkan jantung. Pala juga bisa bermanfaat meningkatkan suasana hati.

Cengkeh

ilustrasi cengkeh
Ilustrasi cengkeh (Unsplash/K15 Photos)

Kesehatan mulut, diabetes, kanker dan risiko penyakit yang disebabkan obesitas dicatat Medical News Today sebagai manfaat kesehatan dari cengkeh. Minyak cengkeh dalam diteliti tingkat keefektifannya sebagai obat kumur herbal.

Penelitian tersebut membuat obat kumur dari campuran minyak cengkeh, kemangi dan tea tree oil. Hasilnya menunjukkan mampu mengurangi peradangan mulut dan pertumbuhan bakteri. Pun bisa melawan plak serta radang gusi.

Lada

ilustrasi lada hitam
Ilustrasi lada hitam (Unsplash/Johanneke Kroesbergen-Kamps)

Terdapat dua macam lada, yaitu lada hitam dan lada putih. Lada sering disebut sebagai King of Spice karena paling populer dibanding lainnya. Sering juga dikenal dengan merica yang selalu ada di setiap meja restoran untuk mempersedap hidangan.

Lada, dalam penelitian yang dilakukan di Universitas Kansas, Amerika Serikat menemukan bahwa kandungannya mampu mengusir zat kimia heterocyclic amines (HCAs) penyebab kanker.

Zat kimia tersebut biasanya terbentuk saat daging diolah dengan suhu tinggi. Artinya, alasan bahwa diatas steak sering dibubuhkan merica atau lada hitam terjawab sudah.

Kapulaga

ilustrasi kapulaga
Ilustrasi kapulaga (Unsplash/The Matter of Food)

Sudah berabad lamanya kapulaga dikenal dan dimanfaatkan baik sebagai bumbu masakan maupun obat. Awalnya, aroma dan rasa khas dalam masakan Timur Tengah dan Arab. Yang akhirnya tersebar ke seluruh penjuru.

Kapulaga berbentuk biji, tumbuhannya termasuk satu familia dengan jahe. Kandungan fitokimia dalam kapulaga berkhasiat anti-inflamasi dan antibakteri.

Kayumanis

ilustrasi kayumanis
Ilustrasi kayumanis (Unsplash/June Andrei George)

Kayumanis dari pohon cassia yang beraroma. Di dunia, ada berbagai macam kayumanis, seperti kayumanis Ceylon yang lembut dan kayumanis Saigon yang khas. Medical News Today mencatat berbagai studi tentang manfaat kayumanis untuk kesehatan.

Kayumanis memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, antidiabetes dan antimikroba. Kayu yang beraroma dan samar terasa manis ketika diseduh dapat melindungi dari kanker dan kardiovaskular.

Jahe

ilustrasi jahe
Ilustrasi jahe (Unsplash/Lawrence Aritao)

Tumbuhan tropis yang telah digunakan selama ribuan tahun, jahe, bermanfaat untuk mengobati sakit perut, diare, dan mual.

Dalam budaya populer, jahe diolah dalam bentuk seperti permen, kapsul dan tisane. Jika tidak telaten menyimpannya dalam bentuk jahe segar, cobalah untuk menanam di polybag atau lahan kosong sekitar rumah.

Di berapa toko kelontong atau bulk store juga tersedia bentuk jahe bubuk. Ini merupakan satu cara praktis untuk menyimpannya di dapur.