Bagikan:

YOGYAKARTA – Bagi Anda yang memelihara kucing di rumah, tentu akan mengalami situasi yang membingungkan terutama ketika anabul sering garuk-garuk karena digigit kutu. Apakah kutu kucing menular ke manusia dan bagaimana cara mengatasi kutu pada kucing?

Kutu adalah parasit dengan ukuran yang sangat kecil. Mereka tidak bersayap dan berwarna gelap. Paling tidak menyenangkan, kutu menggigit kulit dan menghisap darah untuk bertahan hidup. Kutu pada kucing atau hewan berbulu lainnya seperti anjing, dapat menggigit manusia. Melansir Healthline, meskipun mungkin menggigit Anda tetapi kutu tidak akan hidup di tubuh Anda. Namun tak menutup kemungkinan menimbulkan efek samping.

Di seluruh dunia, terdapat 2.500 jenis kutu. Salah satunya kutu yang hidup pada hewan mamalia dan burung, termasuk hewan pengerat dan hewan ternak. Kutu pada hewan berbulu sepertu kucing, dapat bersembunyi di balik bulunya. Kutu kemudian bertelur dan menetas setelah menjadi larva dan pupa. Apabila kucing kesayangan tidak dirawat dengan baik, mereka dapat terserang kutu.

kutu kucing menular ke manusia
Ilustrasi kutu kucing menular ke manusia (Freepik)

Penting diketahui, bahwa kutu pada kucing tidak menular ke manusia. Menurut studi, kutu harus menggigit kulit manusia dan menghisap darah selama 12 jam berturut-turut untuk dapat berkembangbiak dengan baik pada manusia. Oleh karena itu, bulu pada kucing melindungi telur kutu. Jadi cara paling efektif mengatasi kutu kucing adalah dengan rutin memandikan dan mengobati kutu kucing.

Lebih penting lagi, Anda juga perlu membersihkan seluruh barang berbulu di rumah setelah menemukan kutu pada kucing. Seperti karpet, kursi, sofa, dan kasur perlu divakum setiap hari supaya telur kutu yang menempel terangkat bersih.

Biasanya gigitan kutu pada manusia tidak menyebabkan lesi pada kulit. Namun begitu seseorang terpapar kutu dalam jangka waktu elbih lama, mereka akan mengalami reaksi hipersensitif. Hewan sekecil kutu, tidak hanya menggigit kucing dan bertelur. Tetapi menurut penelitian, kutu juga dapat membawa wabah tertentu di bagian barat dan tifus yang terjadi di negara bagian selatan khatulistiwa.

kutu kucing menular ke manusia
Ilustrasi kutu kucing menular ke manusia (Pexels/Kris Moklebust)

Kedua penyakit ini berasal dari bakteri dan memerlukan perawatan medis, seperti antibiotik. Selain itu, gigitan kutu dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit karena tubuh bereaksi kuat terhadap air liur kutu. Gigitan kutu pada manusia, dapat menyebabkan dermatitis yang dikenali dengan gejala iritasi, kulit merah, rasa gatal yang ekstrim, dan infeksi. Selain itu, kutu juga dapat membawa atau menularkan cacing pita jika tak sengaja tertelan.

Untuk mengatasi kutu pada kucing, Anda bisa berkonsultasi pada dokter hewan. Apabila kutu sangat banyak, membutuhkan perawatan khusus termasuk harus mengisolasi kucing supaya tidak tersebar dan menular pada kucing lainnya di sekitar rumah.