Bagikan:

YOGYAKARTA – Oksitosin disebut sebagai hormon cinta, yang dilepaskan setelah mencapai orgasme bersamaan dengan hormon prolaktin. Hubungan seks juga mengurangi hormon kortisol yang berkaitan dengan stres. Itulah kenapa banyak pasangan merasa mengantuk setelah bercinta.

Bagi pasangan berkomitmen atau pasangan menikah, bercinta merupakan aktivitas seksual yang tak hanya berfungsi menjalin keintiman fisik tetapi juga emosional. Banyak ahli meneliti kaitan antara hubungan seksual dan tidur, yang mana masing-masing memiliki peran dalam kehidupan manusia.

Tidur sangat penting untuk pemulihan. Olah karena itu orang dewasa membutuhkan istirahat yang cukup dengan tidur nyenyak setidaknya selama 7-9 jam setiap malam. Seperti halnya tidur, fungsi seksual yang sehat pada setiap orang baik pria maupun perempuan didorong libido, gairah, orgasme, dan resolusi. Keduanya, fungsi seksual dan tidur ternyata memengaruhi satu sama lain.

Melansir Sleep Foundation, penelitian menemukan bahwa tidur malam dapat memengaruhi seks. Kurang tidur dikaitkan dengan berkurangnya hasrat dan gairah seksual pada perempuan. Akibat dari insomnia salah satunya berisiko mengalami disfungsi seksual. Kurang tidur dan gangguan tidur juga dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi pada pria. Selain itu, kurang tidur juga menyebabkan masalah emosional dan hubungan yang dapat menghambat kesehatan seksual pada pasangan. Misalnya, kurang tidur bisa memicu konflik dengan pasangan, stres, mengurangi keintiman, dan kehidupan seks kurang memuaskan.

kenapa setelah berhubungan mengantuk
Ilustrasi kenapa setelah berhubungan mengantuk (Freepik)

Sebaliknya, kehidupan seksual yang sehat dapat membuat seseorang lebih mudah mendapatkan tidur berkualitas. Ini juga sebagai salah satu jawaban kenapa mengantuk setelah pasangan bercinta dan mencapai kepuasan.

Setelah orgasme, tubuh melepaskan hormon oksitosin dan prolaktin. Kedua hormon ini menimbulkan perasaan senang dan rileks. Seks juga mengurangi kadar hormon kortisol, yang berhubungan dengan stres.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormonal setelah berhubungan seks, dapat menyebabkan kantuk dan bikin lebih mudah tertidur. Efek ini juga dialami ketika beraktivitas solo seksual atau masturbasi. Sekitar 50 persen pria dan perempuan mengatakan bahwa orgasme dari masturbasi membantu mereka tertidur dan meningkatkan kualitas tidur mereka.

Seks dengan pasangan, selain dapat meningkatkan respons hormonal, juga menambah kedekatan dan keintiman. Penelitian yang dilakukan pada pasangan heteroseksual, respons hormonal lebih besar dialami pria daripada perempuan. Ini juga menjawab pertanyaan kenapa pria lebih cepat tidur setelah berhubungan seks. Namun ketika kedua orang sama-sama mencapai orgasme saat berhubungan seks, perbedaan kantuk tidak lagi signifikan secara statistik.