Bagikan:

YOGYAKARTA – Detak jantung merupakan indikator penting yang menandai kesehatan tubuh manusia. Kecepatan jantung berdetak, bervariasi tergantung aktivitas fisik dan respons emosional. Pada orang dewasa, berapa detak jantung normal?

Normalnya detak jantung tidak menjamin seseorang tidak memiliki masalah kesehatan. Detak jantung mengukur berapa kali jantung berdetak setiap menitnya. Setelah usia 10 tahun, detak jantung seseorang harus antara 60 dan 100 denyut per menit saat mereka beristirahat. Kapan jantung berdetak lebih cepat atau melambat?

Jantung akan berdetak lebih cepat saat berolahraga. Setiap orang punya rekomendasi detak jantung maksimal, tergantung usianya. Selain detak jantung, irama jantung juga penting. Karena dengan irama yang teratur maka jantung berdetak lebih teratur pula.

Melansir Medical News Today, NIH (The United States National Institutes of Health) menerbitkan daftar detak jantung istirahat normal. Pada usia di atas 10 tahun, normalnya jantung berdetak antara 60 dan 100 denyut per menit (bpm). Kalau atlet yang sangat terlatih, saat istirahat detak jantungnya di bawah 60 bpm, bahkan bisa mencapai 40 bpm.

berapa detak jantung normal orang dewasa
Ilustrasi berapa detak jantung normal orang dewasa (Pexels/Pavel Danilyuk)

Hal-hal yang mempengaruhi detak jantung meninggi dan menurun, antara lain aktivitas fisik, suhu tubuh, pemicu emosional, posisi tubuh, dan perubahan posisi. Apa yang terjadi saat jantung berdetak?

Jantung berdetak ketika memompa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Kemudian membawa limbah kembali ke jantung. Pada jantung yang sehat, darah dipasok dalam jumlah tepat. Misalnya, ketika ketakutan atau terkejut, secara otomatis hormon adrenalin memberikan sinyal untuk jantung berdetak lebih cepat. Ini mempersiapkan tubuh untuk menggunakan oksigen lebih banyak dan energi cukup untuk menghadapi bahaya.

Detak jantung berbeda dengan denyut nadi. Tetapi denyut nadi merupakan efek kontraksi dan respons terhadap aksi pemompaan jantung. Jadi mengukur denyut nadi bisa jadi salah satu cara mengukur normal atau tidaknya denyut jantung meski tidak selalu presisi.

Salah satu jenis olahraga yang direkomendasikan untuk menurunkan target jantung ialah latihan kardiovaskuler. Dengan latihan kardio, target detak jantung bisa disesuaikan dengan usia sehingga kemampuan jantung akan optimal.

Menurut American Heart Association (AHA), detak jantung maksimum selama olahraga harus kira-kira sama dengan 220 bpm dikurangi usia orang tersebut. Misalnya, detak jantung 220 bpm ketika berolahraga pada usia 48 tahun, artinya detak jantung maksimal 172 bpm. Ketika berolahraga dan detak jantung bervariasi, termasuk normal. Karena juga berkaitan dengan kecemasan, kegembiraan, dan ketakutan.

Nah, apabila Anda merasa jantung berdetak di luar ritme, atau terlalu cepat atau terlalu lambat, bicarakan dengan dokter tentang gejala yang dialami.