Mencegah Kering dan Perih, 7 Vitamin yang Penting untuk Kesehatan Mata
Ilustrasi vitamin yang penting untuk mata (Unsplash/Allef Vinicius)

Bagikan:

JAKARTA – Mata terasa kering kerap dialami tetapi sedikit orang menyadari faktor penyebabnya. Umumnya, mata kering terjadi karena penurunan produksi air mata. Untuk mengatasinya ada beberapa cara, seperti memakai obat tetes mata atau resep obat topikal.

Dari sekian banyak masalah pada mata, seperti mata kering dan perih, presbiopia, katarak, glaukoma, retinopati diabetik, hingga degenerasi makula, bisa dicegah dengan menjalani kebiasaan sehat. Misalnya mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin penting untuk kesehatan mata. Berikut, daftar vitamin yang membantu menjaga kesehatan mata:

1. Vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam penglihatan dan menjaga kornea mata tetap jernih. Mengutip Healthline, Rabu, 26 Januari, vitamin ini termasuk komponen rhodopsin, yaitu protein mata yang memungkinkan Anda melihat dalam kondisi cahaya rendah.

Kekurangan vitamin A bisa memengaruhi saluran air mata dan mata Anda bisa mengering. Vitamin A bisa didapat dari sayuran berdaun hijau, labu, paprika, ubi jalar, dan wortel.

2. Vitamin E

Jika pada kulit, vitamin E membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Bagi mata, vitamin E merupakan antioksidan kuat yang membantu melindungi sel, termasuk sel mata, dari kerusakan akibat radikal bebas. Menurut studi, diet tinggi vitamin E dapat membantu mencegah katarak terkait usia.

Makanan yang bisa membantu mengatasi stres oksidatif atau yang mengandung tinggi vitamin E, antara lain salmon, alpukat, dan sayuran berdaun hijau. Disamping itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga dianjurkan untuk dikonsumsi ketika diet vitamin E.

vitamin yang penting untuk mata
Ilustrasi vitamin yang penting untuk mata (Unsplash/Allef Vinicius)

 

3. Vitamin C

Fungsinya seperti vitamin E, vitamin C juga bersifat antioksidan yagn dapat melindungi mata dari radikal bebas yang merusak. Vitamin C diperlukan mata untuk membuat kolagen, protein yang memberikan struktur pada mata, terutama di kornea dan sklera.

Nah, ketika mengonsumsi 490 miligram vitamin C setiap harinya, dibuktikan mengurangi risiko katarak sebanyak 75 persen dibandingkan dengan konsumsi 125 miligram. Anda dapat mengonsumsi buah-buahan tropis seperti jeruk dan pepaya, paprika, brokoli, dan kangkung yang mengandung vitamin C.

4. Vitamin B6, B9, dan B12

Kombinasi vitamin B6, B9, dan B12 dapat menurunkan kadar homosistein, protein dalam tubuh yang mungkin terkait dengan peradangan dan peningkatan risiko AMD (Age-related macular degeneration). Sebuah studi klinis pada wanita menunjukkan pengurangan risiko 34 persen mengalamo AMD saat mengonsumsi 1.000 mcg B12 bersama dengan B6 dan B9.

5. Riboflavin

Riboflavin masuk dalam kategori vitamin B kompleks, yaitu vitamin B2 yang bersifat antioksidan. Vitamin ini juga membantu mencegah katarak, studi menemukan penurunan risiko 31-51 persen ketika diet mengonsumsi 1,6-2,2 mg riboflavin dibandingkan dengan 0,08 mg per hari. Beberapa makanan yang tinggi mengandung riboflavin antara lain gandum, susu, yoghurt, daging sapi, dan sereal.

6. Niacin

Niacin atau dikenal dengan vitamin B3 membantu mengubah makanan menjadi energi. Vitamin ini juga dapat bertindak sebagai antioksidan, yang menurut penelitian memiliki peran dalam mencegah glaukoma. Tetapi terlalu banyak juga berpengaruh tidak baik pada mata, termasuk penglihatan kabur, kerusakan makula, dan radang kornea. Sumber makanan yang mengandung vitamin B3 antara lain daging sapi, unggas, ikan, jamur, kacang tanah, dan kacang polong.

7. Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan jenis lemak tak jenuh ganda yang dalam selaput retina mengandung DHA, atau sejenis dengan omega-3. Kandungan tersebut membantu membentuk sel-sel mata dan bersifat anti-inflamasi yang berperan dalam mencegah retinopati diabetik.

Asam lemak omega-3 juga bermanfaat bagi seseorang dengan penyakit mata kering untuk membantu menghasilkan lebih banyak air mata. Jika Anda merasakan mata kering, tidak nyaman, dan penglihatan kabur sesekali, bisa mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-3, antara lain biji rami, biji chia, kedelai, dan kacang-kacangan.