Bagikan:

JAKARTA - Penerbit Falcon Publishing secara resmi merilis dua buku berjudul Buya Hamka karya A. Fuadi dan Komsi Komsa karya E. S. Ito.

Buku Buya Hamka menceritakan kehidupan tokoh besar Indonesia, Buya Hamka. Berkonsep novel, buku ini diceritakan secara narasi oleh A. Fuadi.

“Novel Buya Hamka ini adalah sebuah cerita tokoh sejarah yang coba dinarasikan dengan novel. Saya mencoba patuh dengan beberapa fakta sejarah. Ini bisa menambah wawasan tentang hamka selama ini dikenal dengan sisi keulamaan tapi ada sisi hidupnya juga,” kata A. Fuadi pada konferensi pers virtual Rabu, 8 Desember.

Ada juga Komsi Komsa yang menceritakan perjalanan seorang pemuda yang bertualang ke beberapa negara di dunia dan terlibat konflik. Lewat karya barunya, E. S. Ito mencoba gaya penulisan sejarah agar tidak membosankan.

“Membaca sejarah itu membosankan. Saya tidak menyalahkan pembacanya. Tapi bagaimana cara menulis sejarah agar tidak membosankan itu yang diperlukan. Saya menulis Komsi Komsa ini, sebagai usaha ketiga saya agar orang mau membaca tentang sejarah,” kata E. S. Ito.

Di antara kedua buku yang terbit, Buya Hamka sedang dipersiapkan Falcon dalam format layar lebar dan disutradarai Fajar Bustomi. Ia menjelaskan film ini sudah melalui proses riset mendalam tentang sosok Hamka.

“Proses syuting tuh jauh sebelum pandemi. Kita syuting hampir enam bulan di beberapa daerah Sumatera Darat, Danau Maninjau, Parungpanjang, Tegal dan di Kairo,” tutur Fajar Bustomi.

Vino Bastian sebagai pemeran Buya Hamka juga memiliki persamaan dengan tokoh yang dilakoninya.

“Vino (Bastian) ini ada kaitan sejarah orang tuanya. Beliau adalah keturunan Sumatera Barat. Vino itu luar biasa total ketika saya ketemu vino buat bahas film ini,” jelas Fajar.

Akan tetapi Fajar belum bisa menyebutkan kapan film Buya Hamka rilis di bioskop. Saat ini, film masih melalui tahapan pasca produksi sehingga ia menunggu Falcon Pictures untuk membagikan tanggal rilisnya.