JAKARTA - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva pada Hari Rabu mengatakan, negaranya akan bertindak dengan resiprositas, merespons pengumuman tarif baru yang dikenakan Amerika Serikat.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif sebesar 50 persen terhadap ekspor Brasil, negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin, ke Amerika Serikat

"Setiap langkah untuk menaikkan tarif secara sepihak akan ditanggapi sesuai dengan Undang-Undang Resiprositas Ekonomi Brasil," demikian pernyataan kantor Presiden Lula, melansir Reuters 10 Juli.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan pada Hari Rabu, Amerika Serikat akan mengenakan tarif 50 persen terhadap semua impor dari Brasil, setelah perselisihan publik minggu ini dengan Presiden Brasil.

Dalam sebuah surat, Presiden Trump mengaitkan tarif tersebut dengan perlakuan Brasil terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro yang sedang diadili atas tuduhan merencanakan kudeta untuk menghentikan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menjabat pada tahun 2023.

Pajak tersebut diberlakukan karena "sebagian karena serangan licik Brasil terhadap Pemilihan Umum Bebas, dan Hak Kebebasan Berbicara fundamental warga Amerika," kata surat itu.

AS adalah mitra dagang terbesar kedua Brasil setelah Tiongkok, dan tarif tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dari tarif 10 persen yang diumumkan pada bulan April. Surat Presiden Trump menyatakan tarif 50 persen akan dimulai pada 1 Agustus dan akan terpisah dari semua tarif sektoral.

Pada Hari Senin, Presiden Lula menyerang Trump setelah Pemimpin AS tersebut mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen kepada kelompok negara-negara BRICS yang disebutnya "anti-Amerika" dalam pertemuan puncak kelompok tersebut di Rio de Janeiro.

"Dunia telah berubah. Kami tidak menginginkan seorang kaisar," kata Presiden Lula kepada wartawan ketika ditanya tentang kemungkinan tarif tambahan terhadap BRICS.

"Kami adalah negara berdaulat," lanjutnya.

"Jika dia merasa dapat mengenakan tarif, negara lain juga berhak mengenakan tarif," tandas Presiden Lula.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Brasil meningkat pada Hari Rabu setelah Kementerian Luar Negeri Brasil memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar AS terkait pernyataan yang membela Bolsonaro.

Dalam suratnya, Presiden Trump juga memerintahkan Perwakilan Dagang AS James Greer untuk memulai penyelidikan atas apa yang disebutnya praktik perdagangan tidak adil oleh Brasil, khususnya pada perdagangan digital perusahaan-perusahaan AS.

Tarif yang dikenakan pada Brasil dapat berdampak signifikan terhadap harga pangan di Amerika Serikat. Sekitar sepertiga kopi yang dikonsumsi di AS, peminum kopi terbesar di dunia, berasal dari Brasil, yang merupakan produsen kopi terbesar di dunia. Ekspor kopi Brasil ke AS setiap tahunnya mendekati 8 juta kantong, menurut kelompok industri.

Selain itu, lebih dari separuh jus jeruk yang dijual di AS berasal dari Brasil, yang menguasai 80 persen pangsa perdagangan jus jeruk global.

Negara agrikultur terbesar di Amerika Selatan ini juga menjual gula, daging sapi, dan etanol ke AS, di antara produk-produk lainnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+