Bagikan:

JAKARTA -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menggencarkan promosi kesehatan guna menekan penyebaran kasus TBC (tuberkulosis) di wilayah itu yang tercatat mencapai ribuan orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan sasaran promosi itu ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu di daratan dan kepulauan yang tersebar di 27 kecamatan.

"Program mulai pekan kedua bulan ini dan akan berlangsung hingga akhir tahun hingga menyasar semua kecamatan di daratan dan kepulauan yang ada di Sumenep," katanya di Sumenep, Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang gizi seimbang, pencegahan dan penanganan penyakit TBC, serta kewaspadaan terhadap penyakit difteri.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong pemenuhan gizi seimbang yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak serta menjaga daya tahan tubuh keluarga.

kegiatan ini, sambung dia, dalam rangka edukasi kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih bersih, sehat, dan sadar akan pentingnya kesehatan.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah berbagai penyakit melalui gaya hidup sehat," katanya.

Syamsuri menuturkan hingga 15 April 2026, kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan Dinkes-P2KB Pemkab Sumenep telah menyasar dua kecamatan, yakni Kecamatan Kalianget dan Kecamatan Talango.

Menurut data Dinkes-P2KB Pemkab Sumenep, jumlah warga di kabupaten paling timur di Pulau Madura itu yang terserang penyakit TBC sebanyak 1.520 orang, tersebar di 17 kecamatan daratan dan delapan kecamatan kepulauan.

Jumlah tersebut berkurang dibanding tahun sebelumnya. Sebab, pada 2025, jumlah warga yang terdata terserang TBC sebanyak 2.294 orang, dengan jumlah kematian mencapai 296 orang.

Selain menggencarkan promosi, Dinkes-P2KB Pemkab Sumenep juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara langsung dari rumah ke rumah.