Bagikan:

JAKARTA Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman Virus Nipah (NiV) yang kini mulai diantisipasi di Indonesia. Meski belum ditemukan kasus pada manusia di tanah air, virus ini telah terdeteksi pada kelelawar buah lokal, sehingga risiko penularan tetap nyata.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pola konsumsi makanan keluarga.

IDAI merekomendasikan agar masyarakat tidak mengonsumsi nira mentah serta membuang buah yang memiliki bekas gigitan hewan.

“IDAI mengajak orang tua proaktif mengedukasi keluarga dan menghindari bahan makanan mentah yang berisiko. Segera cari bantuan medis jika muncul gejala demam disertai gangguan pernapasan atau saraf,” ujar dr. Piprim melalui siaran resmi yang diterima VOI.

Ada pun penularan virus Nipah kepada manusia dapat terjadi melalui:

  1. 1. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (termasuk babi) atau cairannya.
  2. 2. Konsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti nira/sari kurma mentah, buah yang sudah digigit kelelawar, atau daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak matang.
  3. 3. Penularan dari orang ke orang melalui droplet, urine, atau darah, terutama dalam lingkup keluarga atau pada tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa alat pelindung diri yang memadai.