Bagikan:

JAKARTA – Rabies tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius di Bali, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling berisiko. Berdasarkan data BPBD Provinsi Bali per Juli 2025, tercatat lebih dari 34.000 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Merespons situasi darurat ini, Boehringer Ingelheim bersama Bali Animal Welfare Association (BAWA) berhasil menuntaskan program edukasi intensif bagi 12.356 siswa sekolah dasar di 85 sekolah di wilayah Tabanan dan Gianyar.

Program bertajuk Sustainable Development for Generation (SD4G) 2025 – Stop Rabies Education ini melampaui target awal 10.000 peserta. Melalui pendekatan yang interaktif, program ini bertujuan mengubah paradigma anak-anak dari sekadar "takut" menjadi "paham dan waspada" saat berinteraksi dengan hewan di lingkungan mereka.

Edukasi sebagai Garda Terdepan Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa 40% korban rabies global adalah anak-anak. Di Bali, frekuensi gigitan yang mencapai rata-rata 183 kasus per hari menunjukkan bahwa vaksinasi saja tidak cukup; diperlukan perubahan perilaku di tingkat akar rumput.

"Pendidikan hari ini adalah kunci masa depan yang lebih aman. Kami melihat peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana skor rata-rata siswa naik dari 5 menjadi 8 setelah mengikuti program. Mereka kini lebih percaya diri dalam menjaga keselamatan diri dan mampu membagikan pengetahuan tersebut kepada keluarga mereka," ujar Argho Das, President Director Boehringer Ingelheim Indonesia.

Kolaborasi Strategis untuk Dampak Luas Keunikan program ini terletak pada metode edukasi yang disesuaikan dengan psikologi anak, mulai dari penggunaan booklet interaktif hingga metode role-play. BAWA, yang telah mengedukasi ratusan ribu siswa di Bali sejak 2017, menjadi mitra strategis dalam menjangkau komunitas sekolah di daerah-daerah dengan kasus tinggi seperti Tabanan.

Cynthia, Event, Fundraising, and Communication Coordinator BAWA, menekankan pentingnya pendekatan kasih sayang dalam pencegahan. “Dengan populasi anjing liar yang mencapai 500.000 ekor, masyarakat perlu memahami cara hidup berdampingan secara aman. Kami berharap anak-anak tidak hanya paham cara mencegah rabies, tetapi juga tumbuh dengan rasa sayang dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.”

Menuju "Zero by 30" Melalui inisiatif ini, Boehringer Ingelheim dan BAWA menegaskan komitmennya untuk mendukung misi global "Zero by 30"—yaitu nol kematian manusia akibat rabies pada tahun 2030. Upaya kolektif ini membuktikan bahwa sinergi antara sektor privat, organisasi nirlaba, dan dunia pendidikan adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi manusia maupun hewan.