YOGYAKARTA - Mengalami rasa takut, cemas, atau sulit tidur sering muncul setelah musibah? Ini wajar, namun Anda butuh solusi nyata. Pelajari langkah-langkah krusial dalam proses trauma healing pasca bencana agar pulih sepenuhnya.
Dampak bencana tidak hanya fisik, tapi juga mental yang tersembunyi. Membiarkan trauma berlarut justru menghambat kehidupan. Mari kita selami cara terbaik untuk bangkit dan melanjutkan hidup.
Setelah bencana, banyak orang akan kembali normal, namun sebagian besar akan mengalami pikiran, perasaan, dan gejala fisik yang mengkhawatirkan pada awalnya. Dilansir VOI dari American Psychiatric Association, berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait trauma healing pada korban bencana:
Dampak dan Reaksi Umum Pasca Bencana
Dampak pasca bencana bisa muncul segera atau setelah beberapa waktu dan bisa berkembang menjadi gangguan kejiwaan serius seperti Depresi, Kecemasan, bahkan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Untuk itu, waspadai tanda-tanda berikut yang menunjukkan Anda sedang berjuang:
- Reaksi Fisik: Sakit kepala, gangguan pencernaan, sulit tidur, atau kelelahan sepanjang waktu.
- Reaksi Emosional: Kesedihan mendalam, mudah marah/tersinggung, atau mati rasa (tidak ada perasaan).
- Perilaku Berisiko: Isolasi sosial, kesulitan konsentrasi, atau penggunaan alkohol/obat-obatan untuk koping.
Baca juga artikel kesehatan lainnya yang membahas: Monosit Tinggi Artinya Tubuh Anda Sedang Melawan Sesuatu, Waspada 5 Penyakit Ini!
5 Langkah Efektif dalam Proses Trauma Healing Pasca Bencana
Mengakui dan mengatasi trauma adalah langkah awal menuju pemulihan, berikut lima langkah yang bisa Anda lakukan segera:
-
Prioritaskan Keseimbangan Fisik (Self-Care)
Menjaga tubuh adalah cara termudah mengurangi efek negatif stres. Pastikan Anda makan, minum, olahraga, dan beristirahat secara teratur. Hindari menjadikan alkohol, tembakau, atau obat-obatan sebagai pelarian karena ini justru memperburuk kondisi jangka panjang.
-
Batasi Paparan Media Bencana
Paparan berulang terhadap berita, foto, atau video tentang bencana di televisi dan media sosial dapat meningkatkan tekanan dan kecemasan. Batasi waktu Anda mengakses konten tersebut dan fokus pada informasi kredibel saja.
-
Cari Cara Sehat untuk Relaksasi
Temukan metode yang membantu menenangkan sistem saraf Anda. Ini bisa berupa latihan pernapasan, meditasi ringan (mindfulness), mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan hobi dan aktivitas sosial yang menyenangkan.
-
Bangun dan Jaga Jaringan Dukungan Sosial
Jangan mengisolasi diri. Tetap terhubung dengan keluarga, teman, atau kolega. Saling memberi dan menerima dukungan sangat membantu proses penyembuhan. Ingatkan diri Anda dan orang lain bahwa memiliki hari baik dan hari buruk adalah hal yang normal dalam pemulihan.
-
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional
Pemulihan adalah proses, tetapi ada batas waktu. Jika tekanan mental Anda tetap tinggi setelah beberapa minggu, Anda terus menerus sulit berfungsi di rumah atau pekerjaan, atau bahkan terlintas pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari psikolog, psikiater, atau profesional kesehatan.
BACA JUGA:
Membantu Anak dan Remaja Mengatasi Trauma
Selain orang dewasa, anak-anak malah menjadi yang paling rentan, meskipun mereka cenderung tangguh. Tugas orang dewasa adalah menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, dengan cara berikut ini:
- Jaga Rutinitas: Pertahankan jadwal makan dan tidur teratur serta kegiatan sekolah atau rumah.
- Komunikasi Jujur: Gunakan kata-kata yang mudah dipahami. Beri jawaban jujur atas pertanyaan mereka, dan validasi perasaan mereka. Misalnya dengan kalimat, "Wajar kalau kamu takut".
- Waspada Tanda Fisik: Perhatikan keluhan sakit kepala atau sakit perut yang berulang tanpa sebab medis. Tanda ini seringkali merupakan manifestasi kecemasan.
Namun jika gangguan tidur, ketakutan berulang, atau penurunan drastis prestasi sekolah terus menetap atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor sekolah.
Pemulihan dari trauma adalah perjalanan, bukan tujuan instan. Ingatlah, mencari bantuan atau beristirahat bukanlah kelemahan. Ambil beberapa langkah di atas mulai hari ini. Trauma healing pasca bencana Anda berhak mendapatkan kesuksesan.