JAKARTA - Setiap tanggal 12 November diperingati Hari Pneumonia Sedunia 2025. Peringatan ini menjadi momen ajakan global untuk memperkuat aksi melawan pneumonia yang masih menjadi salah satu penyebab kematian menular terbanyak di dunia.
Peringatan tahun ini mengusung tema "Setiap Napas Berharga: Hentikan Pneumonia Sejak Awal,". Tema ini menekankan pencegahan pneumonia melalui vaksinasi, perbaikan gizi, dan inisiatif udara bersih, terutama di wilayah dengan sumber daya terbatas.
Hal tersebut menindaklanjuti laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengungkap bahwa pneumonia merenggut lebih banyak nyawa anak balita dibandingkan penyakit menular lainnya.
Kondisi tersebut menimbulkan ancaman serius bagi lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Melindungi anak-anak dan masyarakat dari pneumonia berarti memperkuat sistem kesehatan. Ini agar tindakan pencegahan dapat menjangkau semua orang, dan setiap orang yang bergejala dapat memperoleh diagnosis cepat dan perawatan yang tepat, termasuk antibiotik dan oksigen medis bila diperlukan.
Terutama untuk anak-anak yang menjadi pihak sangat rentan untuk terkena pneumonia. Mengutip dari laman resmi WHO, pada Rabu, 12 November 2025, berikut beberapa aksi yang harus dilakukan untuk penanganan dan pencegahan semakin baik.
BACA JUGA:
1. Meningkatkan pencegahan
Meningkatkan pencegahan kasus pneumonia pada anak dengan memastikan bahwa semua anak memiliki akses ke vaksin penting seperti vaksin untuk Haemophilus influenzae tipe b (Hib), pneumokokus, campak, dan pertusis.
Setiap negara juga dianjurkan untuk semakin mempromosikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, nutrisi yang cukup, dan lingkungan yang bebas dari asap rokok dan polusi udara dalam ruangan.
2. Perkuat layanan kesehatan primer
Adapun langkah untuk memperkuat layanan kesehatan primer adalah dengan melengkapi tenaga kesehatan dengan perangkat dan pelatihan, untuk mengenali dan menangani pneumonia sejak dini.
3. Promosikan kesetaraan dan akuntabilitas
Hal ini dilakukan dengan memantau kemajuan, atasi kesenjangan dalam akses ke vaksin, oksigen, dan perawatan, serta integrasikan pengendalian pneumonia ke dalam program kesehatan anak, lansia, dan kesehatan lingkungan yang lebih luas.
4. Tingkatkan akses ke oksigen
Pastikan setiap fasilitas kesehatan, terutama di wilayah dengan sumber daya terbatas, memiliki akses yang andal ke oksigen medis, oksimetri nadi, serta perlengkapan dan pelatihan yang diperlukan untuk menggunakannya dengan aman.