Bagikan:

JAKARTA - Operasi plastik kini sudah menjadi bagian dari tren dunia kecantikan dan semakin banyak orang yang melakukannya. Namun, alasan kebanyakan orang melakukan operasi plastik bukan sekadar untuk mengikuti tren yang ada.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik Pondok Indah - Pondok Indah, dr. Alexander Perkara-Hendropriyono, Sp. B.P.R.E., M.Ked.Klin, mengungkap data yang menunjukkan keseluruhan motivasi pasien melakukan operasi plastik.

Data tersebut meliputi pasien di China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Kegunaannya sebagai peningkatan kepercayaan diri dan investasi pribadi menjadi motivasi utama banyak pasien melakukan operasi plastik.

“Self investment itu 26,5 persen dan self confidence 33,9 persen. Artinya orang Asia tidak selalu ingin menjadi selebriti atau mengikuti lingkungan sosial dan teman-temannya. Tapi, mayoritas ingin jadi diri sendiri,” kata dr. Alexander, saat temu media di Kebayoran Baru, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Tak hanya itu, data juga menunjukkan banyak orang ingin melakukan operasi plastik untuk mendukung nilai-nilai yang mereka percayai. Seperti ingin menunjukkan penampilan luar yang selaras dengan inner beauty.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang pasien untuk konsultasi mendalam dengan dokter sebelum melakukan operasi plastik.

“Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur bedah estetik, penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetik,” jelasnya.

Dokter Alexander sendiri menerapkan konsep facial harmony alias harmoni wajah saat melakukan rekonstruksi bedah estetik pada pasiennya. Dengan demikian, rekonstruksi wajah pasien disesuaikan dengan kebutuhan untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka, alih-alih menyerupai orang tertentu.

“Harmoni wajah merupakan hal yang pentin, karena pada dasarnya wajah yang menarik bukan ditentukan dari satu bagian saja, melainkan keseimbangan atau balance antar berbagai fitur wajah,” pungkas dr. Alexander.