YOGYAKARTA – Campak merupakan penyakit menular yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu dan masih menjadi ancaman kesehatan hingga kini. Terbaru, seorang dokter internship (magang) berinisial AMW (26) dilaporkan meninggal dunia setelah tertular virus campak saat menjalankan tugas di RSUD Cimacan, Cianjur Jawa Barat.
Sebelum meninggal, ia mengalami gejala seperti demam, ruam kemerahan di kulit, hingga sesak napas berat
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan penting di tengah masyarakat, perlukah orang dewasa mengulang vaksinasi campak untuk melindungi diri dari risiko infeksi yang bisa berakibat fatal?
Diketahui, virus campak pertama kali berhasil diisolasi pada tahun 1954, dan vaksin efektif mulai digunakan sejak 1963. Program vaksinasi yang masif membuat penyakit ini sempat dinyatakan dieliminasi pada tahun 2000. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kasus campak kembali meningkat, terutama pada kelompok yang belum mendapatkan vaksin.
Perlukah Orang Dewasa Mengulang Vaksin Campak?
Dikutip dari laman UCLA Health, Pertanyaan perlukah orang dewasa mengulang vaksin campak sebenarnya memiliki jawaban yang bergantung pada kondisi masing-masing individu.
Jika seseorang sudah pernah mendapatkan vaksin campak lengkap atau pernah terinfeksi campak sebelumnya, biasanya ia sudah memiliki kekebalan seumur hidup. Dalam kondisi ini, vaksinasi ulang umumnya tidak diperlukan.
Namun, bagi orang dewasa yang belum pernah divaksin atau tidak memiliki riwayat imunisasi yang jelas, vaksinasi ulang sangat dianjurkan. Hal ini penting untuk mencegah risiko penularan, terutama di tengah meningkatnya kembali kasus campak di berbagai wilayah.
Mengapa Campak Masih Berbahaya?
Campak bukan sekadar penyakit biasa. Penyakit ini sangat menular, bahkan sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan bisa tertular jika berada dekat dengan penderita.
Virus campak menyebar melalui percikan air liur atau lendir, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Virus ini juga dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam, sehingga penularannya sangat mudah terjadi.
BACA JUGA:
Apa Saja Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai?
Gejala campak biasanya muncul dalam waktu 1–2 minggu setelah terpapar virus. Beberapa tanda yang umum meliputi:
- Demam tinggi
- Batuk dan pilek
- Mata merah
- Bintik putih di dalam mulut
- Ruam merah pada kulit
Saat ruam muncul, suhu tubuh bisa meningkat drastis hingga lebih dari 40°C. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Risiko Komplikasi Campak pada Orang Dewasa
Sekitar sepertiga penderita campak dapat mengalami komplikasi serius, seperti:
- Diare
- Infeksi telinga berat
- Pneumonia
Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa virus campak juga dapat menyerang otak. Dalam kasus tertentu, virus dapat menetap dalam tubuh selama bertahun-tahun dan kemudian menyebabkan penyakit langka bernama subacute sclerosing panencephalitis (SSPE). Penyakit ini bersifat progresif, merusak otak, dan sering kali berakibat fatal.
Pentingnya Vaksinasi untuk Mencegah Campak
Vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak. Orang yang menolak vaksinasi tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga meningkatkan risiko penularan di lingkungan sekitar, termasuk pada anak-anak dan kelompok rentan.
Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang untuk memastikan status imunisasinya. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda membutuhkan vaksin tambahan.
Demikian jawaban dari pertanyaan perlukah orang dewasa mengulang vaksin campak. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.