Bagikan:

YOGYAKARTA - Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, tetapi juga bisa menginfeksi remaja ataupun orang dewasa.

Karena sifatnya yang mudah menuar dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius, campak tidak boleh dianggap sepele. Salah satu langkah pencegahan yang paling efektif untuk menurunkan resiko penyebaran penyakit ini adalah dengan melakukan imunisasi.

Imunisasi campak merupakan vaksinasi yang diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi virus campak. Ada tiga jenis vaksin yang dapat digunakan, yakni vaksin campak (untuk mencegah vaksin saja), vaksin MR (campak dan rubella), dan vaksin MMR (campak, rubella, dan gondongan).

Pemberian vaksin ini umumnya diberikan pada remaja dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya. Dengan vaksinasi, tubuh dapat membentuk kekebalan sehingga resiko terkena penyakit atau komplikasi berat akibat campak menjadi jauh lebih rendah.

Meski demikian, sebagaimana vaksin lainnya, imunisasi campak juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian anak.

Efek Samping Imunisasi Campak

Efek imunisasi campak umumnya ringan, bersifat sementara, dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, ada juga efek yang lebih jarang terjadi dan bisa berpotensi serius.

Sebagai orangtua, memahami berbagai efek imunisasi campak sangat penting agar bisa memberikan penanganan yang tepat, sekaligus merasa lebih tenang ketika anak menunjukkan reaksi tertentu setelah vaksinasi. Berikut beberapa efek imunisasi campak.

  1. Demam Ringan

Demam ringan adalah salah satu efek samping paling umum setelah imunisasi campak. Kondisi ini biasanya muncul dalam 2-3 hari pascavaksinasi dan akan reda dengan sendirinya. Orang tua dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak dengan memberikan paracetamol sesuai dosis serta mengompres tubuh anak menggunakan air hangat.

2. Ruam Ringan

Beberapa anak dapat mengalami ruam ringan sekitar 7–10 hari setelah menerima imunisasi campak. Meskipun ruam ini mirip dengan gejala campak, sifatnya jauh lebih ringan dan hanya berlangsung beberapa hari. Perawatan khusus biasanya tidak diperlukan, cukup menjaga kulit anak tetap bersih dan kering agar ia merasa nyaman.

3. Kelelahan dan Lemas

Setelah imunisasi, beberapa anak mungkin tampak lebih lelah, mengantuk, atau kehilangan energi. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung satu hingga dua hari. Untuk membantu pemulihan, anak perlu cukup istirahat, asupan cairan yang baik, serta makanan bergizi agar tubuhnya kembali bugar.

4. Pembengkakan pada Tempat Suntikan

Efek samping lain yang sering muncul adalah pembengkakan ringan di area bekas suntikan. Kondisi ini biasanya disertai rasa nyeri ringan dan akan hilang dalam beberapa hari. Orangtua bisa mengompres dingin bagian yang bengkak untuk membantu meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan.

5. Demam Tinggi

Efek samping yang lebih jarang tetapi perlu diwaspadai adalah demam tinggi dengan suhu mencapai lebih dari 39°C. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa hari dan membutuhkan penanganan segera.

Orang tua dianjurkan memberikan obat penurun panas sesuai dosis, dan apabila demam tidak turun dalam waktu lebih dari 48 jam, sebaiknya segera membawa anak ke dokter.

6. Kejang Demam

Pada sebagian kecil anak, demam tinggi setelah imunisasi dapat memicu kejang demam. Kondisi ini biasanya berlangsung singkat, hanya beberapa detik hingga satu menit.

Saat kejang terjadi, pastikan anak berada di tempat aman, jauh dari benda keras atau tajam, serta miringkan tubuh anak untuk menghindari keracunan dan segera bawa anak ke rumah sakit.

7. Reaksi Alergi Berat

Efek samping yang sangat jarang tetapi serius adalah reaksi alergi berat, seperti ruam parah, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, hingga kesulitan bernapas.

Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis darurat. Jika hal ini terjadi, anak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Meski sebagian besar efek imunisasi campak hanya bersifat ringan, orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda tertentu. Segera bawa anak ke dokter jika demam tidak kunjung turun meski sudah diberi obat, anak mengalami kejang, kesulitan bernapas, atau menunjukkan ruam serta pembengkakan parah.

Selain itu, kondisi seperti anak yang tampak sangat lemas, tidak bisa makan maupun minum, atau menunjukkan gejala dehidrasi juga memerlukan perhatian medis segera.