Bagikan:

JAKARTA - Banyak orang terbiasa menyimpan sisa makanan untuk dipanaskan kembali keesokan harinya. Namun, menurut ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, kebiasaan ini kurang baik bagi kesehatan dan kualitas gizi. Ia menyarankan agar proses penyimpanan direncanakan sejak awal memasak, bukan menunggu makanan menjadi sisa.

Berikut adalah strategi tepat menyimpan makanan berdasarkan jenis masakannya:

1. Metode "Setengah Matang" untuk Rendang

Jika Anda berencana memasak rendang dalam jumlah banyak untuk stok, jangan memasak semuanya hingga kering (hitam).

Caranya: Sisihkan sebagian masakan saat masih dalam tahap kalio (rendang setengah jadi yang masih berkuah kental) atau gulai.

Penyimpanan: Bekukan porsi kalio tersebut.

Saat Akan Dimakan: Masak kembali kalio yang dibekukan tadi hingga menjadi rendang matang. Dengan begitu, makanan hanya mengalami satu kali proses pematangan sempurna tepat sebelum dikonsumsi.

2. Metode "Satu Kali Titik Didih" untuk Opor dan Sayur

Untuk masakan berkuah seperti opor atau sayur lodeh, kuncinya ada pada durasi paparan panas.

Caranya: Segera sisihkan porsi yang ingin disimpan begitu masakan mencapai satu kali titik didih.

Tujuan: Agar saat dipanaskan kembali nanti, zat gizi dalam santan dan bahan lainnya tidak rusak akibat pemanasan yang terlalu lama atau berulang-ulang.

Mengapa Pemanasan Berulang Berbahaya?

Dr. Rita menjelaskan bahwa meskipun santan mengandung lemak MCT yang relatif stabil, pemanasan suhu tinggi yang terlalu lama (seperti pada proses rendang) tetap berisiko:

Merusak kandungan gizi di dalam bahan makanan.

Memicu pembentukan senyawa kimia yang tidak baik bagi tubuh.

"Pisahkan porsi makanan yang akan disimpan sejak awal proses memasak. Cara ini jauh lebih sehat dibandingkan menyimpan makanan yang sudah matang sempurna lalu memanaskannya berkali-kali," paparnya seperti dilansir dari ANTARA.