Bagikan:

JAKARTA - Ngopi sudah menjadi ritual wajib bagi banyak orang. Pagi hari terasa kurang lengkap tanpa secangkir kopi panas dari kafe favorit. Praktis, cepat, dan bisa dibawa ke mana saja. Namun di balik kebiasaan ngopi takeaway ini, ada risiko yang sering luput dari perhatian yakni masuknya mikroplastik ke dalam tubuh tanpa disadari.

Tanpa disadari, gelas kopi sekali pakai, terutama yang berbahan plastik atau berlapis plastik dapat melepaskan ribuan partikel mikroplastik ke dalam minuman panas.

“Sebagian besar orang menganggap gelas kopi takeaway itu aman, padahal saat terkena panas, material plastik bisa melepaskan partikel mikroplastik ke dalam minuman,” tulis peneliti dalam jurnal Journal of Hazardous Materials: Plastics, dikutip dari laman The Conversation.

Mikroplastik adalah potongan plastik berukuran sangat kecil, bahkan ada yang lebih kecil dari debu. Partikel ini bisa lepas saat plastik terkena panas, termasuk ketika kopi panas dituangkan ke dalam gelas plastik atau gelas kertas berlapis plastik.

Penelitian menunjukkan suhu minuman adalah faktor utama yang memicu pelepasan mikroplastik, bukan lamanya kopi berada di dalam gelas.

“Semakin panas cairan yang bersentuhan dengan plastik, semakin besar jumlah mikroplastik yang dilepaskan,” jelas tim peneliti dalam studi tersebut.

Artinya kopi panas yang baru diseduh dan langsung dituangkan ke gelas plastik berpotensi membawa mikroplastik lebih banyak dibanding minuman dingin.

Banyak orang mengira gelas kertas lebih aman karena terlihat ramah lingkungan. Faktanya, sebagian besar gelas kertas untuk minuman panas tetap dilapisi plastik tipis di bagian dalam agar tidak bocor.

Meski jumlah mikroplastik yang dilepaskan lebih sedikit dibanding gelas plastik murni, gelas kertas berlapis plastik tetap bukan bebas mikroplastik.

“Baik gelas plastik maupun gelas kertas berlapis plastik sama-sama melepaskan mikroplastik. Perbedaannya hanya pada jumlah,” tulis peneliti.

Dalam satu studi, seseorang yang rutin minum kopi panas 300 ml per hari dari gelas plastik berpotensi menelan ratusan ribu partikel mikroplastik dalam setahun.

Hingga saat ini, para ilmuwan masih meneliti dampak jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Belum ada kesimpulan pasti, tetapi mikroplastik telah ditemukan di berbagai bagian tubuh, termasuk darah dan jaringan organ.

“Kita belum sepenuhnya memahami apa arti keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia, tetapi paparan terus-menerus tentu bukan hal yang ideal,” kata para ahli.

Maka dari itu, langkah pencegahan menjadi penting, terutama dari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele seperti ngopi.

Cara Ngopi Lebih Aman dari Mikroplastik

Tanpa harus berhenti ngopi, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko.

- Gunakan tumbler atau cangkir pakai ulang berbahan stainless steel, kaca, atau keramik

- Hindari menuangkan kopi yang masih terlalu panas ke dalam wadah plastik

- Jika membeli kopi takeaway, pilih gelas kertas berlapis plastik daripada gelas plastik murni

- Biasakan membawa wadah sendiri saat membeli kopi

Pilihan material dan suhu minuman memainkan peran besar dalam paparan mikroplastik sehari-hari." tulis peneliti.

Ngopi adalah bagian dari gaya hidup modern. Namun, di tengah kenyamanan tersebut, penting untuk lebih sadar akan apa yang ikut masuk ke dalam tubuh. Dengan sedikit perubahan kebiasaan, kita bisa tetap menikmati kopi favorit tanpa menambah risiko yang tidak perlu.

Karena ternyata, bahaya mikroplastik tidak selalu terlihat, terkadang ikut larut di balik aroma kopi pagi.