JAKARTA - Mikroplastik telah menjadi ancaman yang tersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari. Sebuah studi terbaru mengungkap kebiasaan makan tertentu, termasuk mengunyah permen karet, dapat memicu masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia. Penelitian ini semakin memperjelas seberapa besar paparan mikroplastik yang kita alami setiap hari.
Penelitian terbaru menunjukkan makanan dikonsumsi sehari-hari bisa menjadi sumber mikroplastik yang langsung masuk ke tubuh. Salah satu contohnya adalah permen karet, yang ternyata dapat melepaskan ratusan hingga ribuan mikroplastik ke dalam air liur saat dikunyah.
Penelitian ini masih dalam proses tinjauan oleh para ahli dan akan dipresentasikan di pertemuan dua tahunan American Chemical Society di San Diego. Jika disetujui, hasil penelitian ini direncanakan terbit di Journal of Hazardous Materials Letters tahun ini.
Menurut Dr. Sanjay Mohanty, penulis utama studi ini dan profesor di University of California, Los Angeles, tujuan penelitian ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat.
"Saat ini, para ilmuwan belum tahu pasti apakah mikroplastik berbahaya bagi manusia, karena belum ada uji klinis yang membuktikan efeknya. Hal yang pasti, manusia terpapar mikroplastik setiap hari, itulah yang ingin diteliti lebih dalam oleh tim ini," katanya,dikutip dari laman CNN.
Mikroplastik adalah potongan kecil plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, sedangkan plastik yang lebih kecil dari itu disebut nanoplastik. Plastik ini biasanya berasal dari bahan polimer sintetis yang sering digunakan dalam produk sehari-hari. Dalam permen karet, polimer ini digunakan untuk menciptakan tekstur kenyal dan menjaga rasa lebih lama.
Mikroplastik bisa masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, atau udara yang kita hirup. Bahkan, penelitian sebelumnya menemukan mikroplastik dalam darah, paru-paru, plasenta, otak, dan testis manusia. Karena itu, tim peneliti ingin mengeksplorasi kemungkinan permen karet sebagai salah satu sumber paparan mikroplastik.
"Permen karet menjadi menarik untuk diteliti, karena satu-satunya makanan yang secara sengaja menggunakan polimer plastik sebagai bahan baku. Berbeda dengan makanan lain yang terkontaminasi mikroplastik selama proses pengemasan atau produksi," ucap Dr. Mohanty.
Studi ini menganalisis 10 merek permen karet populer di Amerika Serikat, yang terdiri dari permen karet berbahan sintetis dan alami. Sebab, kebanyakan produsen tidak mencantumkan secara jelas bahan dasar permen karet, tim peneliti tidak bisa memastikan asal mikroplastik dalam permen tersebut.
Prosesnya cukup sederhana. Seorang partisipan mengunyah permen karet selama 4 menit. Setiap 30 detik, air liur dikumpulkan menggunakan tabung khusus. Setelah itu, partisipan berkumur beberapa kali dengan air murni untuk memastikan semua mikroplastik yang terlepas ikut terdeteksi. Proses ini diulang tujuh kali untuk setiap jenis permen karet.
Hasilnya menunjukkan bahwa mengunyah 1 gram permen karet dapat melepaskan sekitar 100 mikroplastik ke dalam air liur. Pada beberapa permen, jumlahnya bahkan mencapai 637 mikroplastik per gram. Menariknya, 94% mikroplastik terlepas dalam 8 menit pertama mengunyah.
Hal mengejutkan, permen karet dari bahan alami juga melepaskan mikroplastik dalam jumlah hampir sama dengan permen karet sintetis. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kontaminasi dari proses produksi atau penggunaan bahan tambahan sintetis yang tidak dilaporkan.
Meski penelitian ini memberikan gambaran awal, ada banyak hal yang masih belum dipahami. Misalnya, penelitian ini hanya mampu mendeteksi mikroplastik berukuran minimal 20 mikrometer. Artinya, partikel yang lebih kecil, seperti nanoplastik mungkin terlewatkan, sehingga jumlah sebenarnya bisa lebih besar.
BACA JUGA:
Selain itu, alasan mengapa permen karet alami juga mengandung polimer sintetis masih menjadi tanda tanya. Bisa jadi, ini terjadi karena kontaminasi selama proses produksi atau pengemasan.