JAKARTA - Tahun baru kerap dijadikan momen refleksi dan awal yang segar, termasuk bagi pasangan. Menurut psikolog asal New York, Sabrina Romanoff, pasangan yang hubungannya sehat dan bertahan lama memanfaatkan pergantian tahun untuk memperkuat ikatan emosional mereka.
Romanoff menjelaskan libur akhir tahun bukan hanya soal perayaan, tetapi juga kesempatan untuk membangun tradisi baru bersama pasangan.
Selain itu, tahun baru menjadi waktu yang tepat untuk saling mendekat dan membicarakan hal-hal yang benar-benar penting dalam hubungan. Romanoff juga dikenal sebagai pakar hubungan untuk aplikasi kencan Hily.
"Malam Tahun Baru adalah momen ketika kita melakukan evaluasi pribadi terhadap hidup kita," ujar Romanoff, dikutip dari laman CNBC Make It pada Kamis, 1 Januari 2026.
"Tentang apa yang kita inginkan ke depan, dan bagaimana pasangan kita masuk ke dalam gambaran masa depan itu," lanjutnya.
Menurut Romanoff, ada satu hal utama yang dilakukan pasangan sukses untuk menjaga hubungan tetap kuat saat memasuki tahun baru yakni melakukan satu percakapan penting.
Percakapan ini terdiri dari dua bagian. Pertama, melihat kembali perjalanan hubungan selama setahun terakhir. Pasangan diajak untuk merefleksikan apa saja yang berjalan baik dan momen-momen yang mempererat hubungan.
Romanoff menyarankan agar pasangan mengingat kembali saat-saat ketika mereka saling terbuka dan rentan.
"Apakah kalian pernah benar-benar jujur satu sama lain? Mengungkapkan hal yang menakutkan, yang mungkin belum pernah diceritakan ke orang lain?" katanya.
BACA JUGA:
Pasangan yang sukses menyadari bagaimana mereka membangun kedekatan, lalu menyampaikannya secara terbuka satu sama lain.
Bagian kedua dari percakapan ini adalah menatap ke depan. Pasangan membahas bagaimana mereka bisa membuat hubungan menjadi lebih baik di tahun yang akan datang.
Romanoff menyebut kunci utamanya adalah menyampaikan harapan bukan sebagai kritik, melainkan sebagai bentuk penguatan. Ia menyarankan untuk memulai dengan apresiasi, seperti "Aku suka saat kamu melakukan ini," atau "Aku merasa paling dekat denganmu ketika kamu melakukan itu,"
Pada akhirnya, percakapan ini bukan tentang mencari kesalahan, melainkan tentang tujuan bersama.
"Ini soal masing-masing pasangan berkata, 'ini caraku ingin kita tumbuh dan berkembang bersama'" tutup Romanoff.