JAKARTA - Selama ini penyakit seperti stroke, gangguan daya ingat, hingga kerusakan saraf identik terjadi pada kelompok usia tua. Namun, kini terjadinya penyakit tersebut kini bergeser ke generasi yang lebih muda.
Sejumlah rumah sakit melaporkan peningkatan kasus penyakit neurologis pada kelompok dewasa muda, bahkan pada usia 20-an dan 30-an. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pada kalangan dokter saraf dan pakar kesehatan masyarakat.
Ahli neurologi, Dr. Deep Das, mengatakan bahwa faktor utama yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah gaya hidup modern. Gaya hidup modern mempercepat penuaan otak.
Adapun beberapa gaya hidup modern yang dimaksud adalah jam kerja panjang, stres berkepanjangan, kurang tidur, pola makan tidak sehat, minim aktivitas fisik, hingga paparan layar yang berlebihan.
“Kebiasaan-kebiasaan ini merusak kesehatan otak dan pembuluh darah secara perlahan. Dampaknya sering tidak disadari sampai akhirnya muncul kondisi yang serius,” kata Das, dikutip dari India Today, pada Rabu, 24 Desember 2025.
Perlu diketahui bahwa stres kronis dan kurang tidur menjadi dua pemicu terbesar penuaan dini di otak. Tuntutan kerja tinggi dan konektivitas digital yang nyaris tanpa jeda membuat otak kehilangan waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri.
Tak hanya itu, gaya hidup sedentari atau minim bergerak juga menghambat aliran darah ke otak. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak memicu peradangan, yang dalam jangka panjang bisa berdampak pada gangguan memori, konsentrasi, dan fungsi otak secara keseluruhan.
BACA JUGA:
Dengan demikian, Dokter Das mengatakan bahwa sangat penting melakukan skrining kesehatan sejak dini dan perubahan gaya hidup, untuk menurunkan kerusakan neurologis pada jangka panjang.
Pemeriksaan rutin tekanan gula darah, olahraga teratur, pola makan yang seimbang, manajemen stres, serta tidur yang cukup menjadi langkah yang penting untuk menjaga kesehatan otak.
“Meningkatnya penyakit saraf pada usia muda adalah peringatan serius. Perlindungan kesehatan otak harus dimulai sejak dini, sebelum gejala berat muncul,” pungkas Dokter Das.