Bagikan:

JAKARTA - Kekurangan zat besi ternyata memiliki kaitan erat dengan kualitas dan durasi siklus menstruasi. Kondisi ini dapat membuat haid berlangsung lebih lama serta menyebabkan aliran darah menjadi lebih deras dari biasanya.

Dokter Manjusha Goel, konsultan utama di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit CK Birla, India, menjelaskan hubungan antara rendahnya kadar zat besi dan perubahan pada siklus menstruasi.

Dalam penjelasannya yang dikutip dari Hindustan Times, ia menyebutkan bahwa turunnya kadar zat besi dapat menurunkan kemampuan darah membawa oksigen, yang kemudian berdampak pada keseimbangan hormonal.

"Kekurangan ini dapat mengganggu keseimbangan hormon normal dan melemahkan fungsi otot rahim, yang keduanya penting untuk mengatur aliran menstruasi," katanya.

Menurut dia, perempuan dengan kadar zat besi rendah lebih rentan mengalami menstruasi yang lebih lama atau lebih berat. Hal ini terjadi karena zat besi berperan dalam mengatur prostaglandin zat yang berpengaruh pada proses peluruhan dinding rahim.

"Hal ini dapat menyebabkan pengelupasan lapisan endometrium berlangsung lebih lama," katanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kekurangan zat besi yang berlangsung lama juga berdampak pada fungsi trombosit dan mekanisme pembekuan darah. Kondisi ini membuat pendarahan menstruasi makin sukar berhenti.

"Selain itu, kekurangan zat besi kronis dapat melemahkan fungsi trombosit dan proses pembekuan darah, yang selanjutnya membuat pendarahan menstruasi berlebihan," katanya.

Menariknya, kondisi ini bisa terjadi dua arah. Menstruasi berat dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak zat besi, sementara kekurangan zat besi itu sendiri dapat memperburuk durasi menstruasi.

"Ini pada dasarnya mengaktifkan siklus yang berbahaya, di mana masing-masing memengaruhi yang lain," kata dokter Goel.

Dampak dari siklus menstruasi yang memanjang tidak bisa dianggap sepele. Perempuan dapat mengalami kelelahan berlebih, pusing, penurunan daya tahan tubuh, hingga kerontokan rambut.

"Kehilangan darah terus-menerus dapat menurunkan kadar feritin, menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan kekebalan tubuh, kerontokan rambut, dan memperburuk ketidakteraturan menstruasi," dokter Goel menjelaskan.

Untuk mencegah kondisi ini menjadi lebih buruk, perempuan dianjurkan lebih peka terhadap perubahan siklus haid. Jika menstruasi berlangsung sangat deras atau lebih lama dari biasanya, pemeriksaan kadar zat besi seperti tes serum feritin dan hemoglobin sangat disarankan.

Ia menambahkan bahwa kekurangan zat besi sebenarnya dapat dicegah maupun diatasi. Mulai dari konsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran medis, memperbaiki pola makan, hingga menangani masalah kesehatan yang menjadi pemicu seperti gangguan tiroid, fibroid, atau ketidakseimbangan hormon.