JAKARTA - Pisang merupakan salah satu buah yang disukai oleh banyak orang. Namun, dalam mengonsumsi pisang harus diperhatikan tingkat kematangan, karena bisa memberikan efek berbeda pada kesehatan tubuh.
Hal tersebut karena pada pisang yang kurang matang, matang, hingga terlalu matang memiliki kandungan nutrisi berbeda. Berikut variasi efek tingkat kematangan pisang pada kesehatan tubuh, dikutip dari Huffpost.
1. Kurang matang
Pisang pada tahap ini terlihat hijau, keras, dan cenderung sulit untuk dikupas. Pada pisang kurang matang, terdapat kandungan pati tinggi dan gula yang rendah.
“Tahap ini memiliki pati resisten tertinggi dan kandungan gula rendah,” kata ahli diet, Avery Zenker.
Pati resisten memiliki banyak manfaat, termasuk membantu memberi makan bakteri usus yang sehat, yang mengurangi peradangan dan menjaga kadar gula darah stabil. Hal ini bisa membantu untuk mengontrol gula darah.
2. Matang
Pada tahap ini pisang benar-benar kuning dan lembut, tetapi tidak lembek. Dalam pisang matang, pati sebagian besar telah diubah menjadi gula alami, serat menurun, dan kadar gula dan antioksidan meningkat, vitamin dan mineral mencapai puncaknya.
BACA JUGA:
“Satu pisang memiliki 8 persen dari nilai harian Anda untuk kalium, yang merupakan mineral yang tidak cukup banyak orang dapatkan. Mineral ini penting untuk tekanan darah dan kontraksi otot,” jelasnya.
3. Terlalu matang
Pisang pada tahap ini memiliki tekstur yang lunak, pada kulitnya berbintik cokelat, dan mengeluarkan aroma yang kuat. Kandungan gula pada pisang ini semakin meninggi.
“Kandungan gula mendekati puncaknya, dan serat terus menurun,” katanya.
Pisang ini bagus untuk orang yang membutuhkan energi cepat, memiliki gejala pencernaan sensitif, memiliki nafsu makan rendah, atau yang menginginkan makanan manis.
Namun, bagi orang yang sedang mengelola gula darah, sebaiknya menghindari pisang yang sangat matang karena kandungan gulanya yang lebih tinggi.