Bagikan:

JAKARTA - Sebuah tanker yang terkait dengan Jepang berhasil melewati Selat Hormuz dan kini menuju Nagoya. Kapal itu lolos tanpa membayar biaya tol, saat puluhan kapal Jepang lain masih tertahan di Teluk Persia.

Dikutip dari Kyodo News, Rabu, 29 April, tanker tersebut dioperasikan anak perusahaan penyuling minyak Jepang, Idemitsu Kosan Co. Informasi itu disampaikan seorang sumber pemerintah pada Rabu.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menyatakan lewat media sosial bahwa tanker terkait Jepang telah melewati selat tersebut. Di kapal itu terdapat tiga warga negara Jepang.

Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Jepang, Hitoshi Nagasawa, mengatakan masih ada 41 kapal terkait Jepang yang tertahan di Teluk Persia. Ia berharap dukungan terus diberikan agar kapal-kapal itu bisa keluar dengan “aman dan lancar secepat mungkin”.

Kapal Idemitsu Maru berbendera Panama memuat minyak mentah di terminal Arab Saudi pada awal Maret, menurut Press TV Iran.

Setelah lebih dari sepekan berhenti di lepas pantai Abu Dhabi, kapal itu mulai bergerak menuju Selat Hormuz pada Senin.

Kapal tersebut dilaporkan membawa 2 juta barel minyak mentah saat melintas setelah mendapat izin dari otoritas Iran.

Menurut situs pelacak kapal MarineTraffic, kapal sepanjang lebih dari 300 meter itu melewati Selat Hormuz sekitar pukul 18.00 Selasa waktu Jepang. Kapal diperkirakan membutuhkan sekitar tiga pekan untuk tiba di Nagoya.

Jepang sangat bergantung pada minyak mentah dari Timur Tengah. Sebagian besar pasokan itu melewati Selat Hormuz.

Karena itu, penutupan efektif jalur penting tersebut langsung mengguncang pasar. Harga minyak mentah melonjak akibat kekhawatiran pasokan.