Bagikan:

YOGYAKARTA - Probiotik sering disebut-sebut sebagai “bakteri baik” yang membantu menjaga kesehatan usus dan sistem pencernaan. Namun, jika Anda memiliki masalah asam lambung naik atau GERD (gastroesophageal reflux disease), mungkin bertanya-tanya apakah probiotik aman dikonsumsi, atau justru bisa memperparah gejala? Nah, biar tidak salah langkah, mari cek penelitian dan penjelasan pakar soal hubungan antara probiotik dan GERD.

Apa itu probiotik dan apakah memicu asam lambung naik?

Probiotik adalah mikroorganisme hidup, biasanya bakteri baik, yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat bagi sistem pencernaan Anda. Mengutip Healthline, Kamis, 6 November, probiotik membantu menyeimbangkan bakteri di usus sehingga proses pencernaan berjalan lebih optimal dan risiko gangguan pencernaan bisa berkurang.

Beberapa jenis probiotik bahkan terbukti membantu meringankan masalah seperti sindrom iritasi usus (IBS) dan diare akibat antibiotik. Dengan sistem cerna yang sehat, tubuh juga lebih mudah menyerap nutrisi dari makanan sehari-hari.

Kabar baiknya, belum ada bukti kuat bahwa probiotik dapat menyebabkan asam lambung naik atau memperburuk refluks. Berdasarkan beberapa studi menunjukkan bahwa probiotik bisa membantu menyeimbangkan mikrobiota usus dan memperbaiki fungsi saluran pencernaan, yang berpotensi mengurangi gejala GERD. Meski begitu, setiap orang bisa memiliki respons berbeda terhadap probiotik, tergantung kondisi kesehatan dan jenis strain yang dikonsumsi.

penderita GERD aman konsumsi probiotik
Ilustrasi penderita GERD aman konsumsi probiotik berdasarkan penelitian (Freepik/jcomp)

Manfaat probiotik bagi penderita GERD

Untuk Anda yang mengalami refluks asam, probiotik bisa jadi sekutu yang cukup membantu. Probiotik mendukung sistem pencernaan agar bekerja lebih efisien, sehingga tekanan di lambung dapat berkurang dan risiko asam naik ke kerongkongan pun menurun. Dengan keseimbangan bakteri usus yang lebih baik, proses fermentasi makanan juga lebih terkendali. Artinya gas dan rasa tidak nyaman di perut bisa berkurang. Walau bukan pengganti obat, probiotik dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat dalam mengelola GERD.

Sebagian besar orang bisa mengonsumsi probiotik tanpa masalah, tetapi ada juga efek ringan yang bisa muncul, seperti perut kembung atau gas di awal pemakaian. Karena produk suplemen probiotik tidak diatur seketat obat medis, kandungan dan efektivitasnya bisa berbeda antara satu merek dengan yang lain. Jika Anda punya sistem imun lemah atau sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mulai rutin mengonsumsi probiotik.

Tips aman konsumsi makanan atau minuman probiotik

Mulailah dari porsi kecil, misalnya satu gelas yogurt probiotik atau kefir per hari, lalu perhatikan reaksi tubuh Anda. Pilih produk yang mencantumkan jenis dan jumlah strain bakteri dengan jelas di label kemasannya agar Anda tahu apa yang dikonsumsi. Hindari produk dengan tambahan gula tinggi, karena gula berlebih justru dapat memperburuk refluks. Jika setelah konsumsi probiotik Anda merasa gejala GERD meningkat, hentikan sementara dan coba konsultasi dengan tenaga medis untuk menemukan pilihan yang lebih cocok.

Secara umum, probiotik aman untuk penderita GERD bila dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat. Bahkan, probiotik bisa membantu memperbaiki keseimbangan bakteri usus dan mendukung sistem pencernaan yang lebih sehat. Namun, karena respons tubuh tiap orang berbeda, penting bagi Anda untuk memperhatikan reaksi setelah mengonsumsi probiotik dan berkonsultasi dengan dokter bila perlu.