JAKARTA - Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).Tanpa persiapan yang tepat, momen berkumpul bersama keluarga justru bisa terganggu oleh keluhan seperti nyeri dada atau sensasi terbakar di ulu hati. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi, Hepatologi FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam, membagikan sejumlah tips agar penderita GERD dapat menjalani mudik dengan lebih aman. Menurutnya, waktu keberangkatan sebaiknya dipilih dengan cermat untuk mengurangi risiko kekambuhan. Ia menyarankan pasien GERD melakukan perjalanan pada malam hari atau dalam kondisi tidak sedang berpuasa. "Saya anjurkan sebaiknya dia melakukan perjalanan mudik di malam hari ya, artinya tidak dia kondisi berpuasa. Karena terus terang saja kalau dia melakukan perjalanan di siang hari misalnya, pasti terkuras ya energinya segala macemnya,” ujar Ari dalam diskusi kesehatan bersama Primaya Hospital di Jakarta. Selain memperhatikan waktu perjalanan, penderita GERD dianjurkan membawa makanan dari rumah agar kebersihan dan jenis asupan lebih terkontrol. Ia mengingatkan agar tidak sembarang membeli makanan di perjalanan, terutama yang berisiko memicu asam lambung seperti gorengan, cokelat, dan keju. Menurut Ari, setiap periode Lebaran rumah sakit di berbagai daerah kerap mencatat peningkatan pasien dengan keluhan maag atau GERD akibat pola makan yang kurang terjaga. Karena itu, mengurangi konsumsi makanan berminyak selama mudik menjadi langkah pencegahan yang penting.
Faktor stres juga tak kalah berpengaruh. Kemacetan panjang saat arus mudik bisa memicu produksi asam lambung berlebih. Untuk mengatasinya, ia menyarankan pemudik menyiapkan aktivitas yang membantu menjaga suasana hati tetap stabil. “Karena udah pasti kan ini macet jalan ini, jadi dia juga mesti siap dengan gawai, ada powerbanknya, artinya terjaga terus sehingga ada waktu, walaupun dia macet tapi ada aktivitasnya yang dilakukan sehingga stresnya juga berkurang," katanya. Selain itu, penderita GERD wajib membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk meredakan atau menetralkan asam lambung. Kondisi di perjalanan tidak selalu terprediksi, dan belum tentu mudah menemukan apotek saat gejala kambuh mendadak. Sebagai informasi, GERD ditandai dengan gejala seperti heartburn, nyeri dada, hingga rasa pahit di mulut. Risiko kekambuhan meningkat pada individu berusia di atas 40 tahun, perokok, serta mereka dengan indeks massa tubuh di atas 30 atau kategori obesitas. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik tetap bisa dijalani dengan aman dan nyaman meski memiliki riwayat GERD.BACA JUGA: